:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/madura/foto/bank/originals/Antrean-panjang-mengular-ke-Jalan-Raya-Arya-Wiraraja-Desa-Gedungan-sumenep-ilustrasi-spbu-sumenep.jpg)
TRIBUNMADURA.COM, SUMENEP – Antrean kendaraan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, masih menjadi pemandangan yang sulit dihindari, Rabu (28/10/2026).
Sejak Juli 2026, masyarakat harus meluangkan waktu lebih lama untuk mendapatkan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi, seperti pertalite.
Di tengah keluhan masyarakat tersebut, PT Wira Usaha Sumekar (WUS) Sumenep menilai, persoalannya bukan disebabkan gangguan distribusi di lapangan, melainkan kuota BBM bersubsidi yang dinilai sudah tidak sebanding dengan kebutuhan masyarakat.
Direktur PT WUS, Zainul Ubbadi, mengatakan, penyaluran BBM ke SPBU berjalan normal tanpa hambatan teknis.
Pasokan tetap dikirim sesuai jadwal, namun jumlah yang diterima dinilai belum mampu mengakomodasi tingginya permintaan.
“Distribusinya lancar, tidak ada persoalan teknis. Yang menjadi persoalan adalah jumlah liter BBM yang mendapatkan subsidi dari pemerintah berkurang,” kata Zainul Ubbadi, Rabu (28/10/2026).
Menurutnya, kondisi tersebut diduga berkaitan dengan kebijakan nasional mengenai subsidi energi.
Ia memperkirakan kenaikan harga minyak dunia membuat beban subsidi pemerintah ikut meningkat.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber