
Jawa Timur memiliki sejumlah burung dengan persebaran terbatas, mulai dari kawasan pegunungan di Pulau Jawa hingga pulau-pulau kecil di sekitarnya. Beberapa di antaranya bahkan hanya ditemukan di wilayah tertentu.
Momentum Hari Burung Migrasi Sedunia yang diperingati dua kali dalam setahun, yakni pada Mei dan Oktober, dapat menjadi pengingat untuk mengenal keragaman burung sekaligus pentingnya menjaga habitatnya.
Burung-burung dengan persebaran terbatas ini perlu mendapat perhatian serius karena menghadapi berbagai ancaman, mulai dari kerusakan habitat hingga perburuan liar.
Burung-burung yang ditemukan di Jawa Timur memiliki karakteristik dan wilayah persebaran yang berbeda-beda. Berikut empat di antaranya, termasuk burung endemik Pulau Jawa dan spesies yang hanya ditemukan di wilayah tertentu di Jawa Timur.
Puyuh gonggong biasa (Arborophila orientalis) merupakan salah satu burung yang dapat ditemukan di wilayah dataran tinggi bagian timur Pulau Jawa. Burung ini hanya ditemukan di beberapa kawasan, seperti dataran tinggi Hyang Argopuro, Pegunungan Ijen, dan Taman Nasional Meru Betiri.
Burung ini memiliki suara melengking yang terdengar seperti gonggongan anjing. Hal tersebut menjadi alasan burung ini dikenal dengan nama puyuh gonggong.
Burung puyuh gonggong biasa hidup berkelompok dengan jumlah sekitar lima hingga 15 ekor. Habitatnya berada di kawasan dengan ketinggian 500 hingga 2.200 meter di atas permukaan laut (mdpl), terutama wilayah dengan ketinggian lebih dari 1.000 mdpl.
Burung puyuh gonggong biasa mencari makan pada pagi dan sore menjelang malam. Aktivitasnya berlangsung di pepohonan dan vegetasi di kawasan hutan yang masih rapat.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber