Kabupaten Malang, blok-a.com – Bencana kekeringan di Kabupaten Malang berdampak pada sekitar 21.959 jiwa atau 7.040 kepala keluarga (KK) yang tersebar di 18 desa pada delapan kecamatan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang mencatat total distribusi air bersih mencapai 6.073.800 liter selama periode 8 Agustus hingga 28 Oktober 2026.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan, menyampaikan penyaluran air bersih masih dilakukan untuk memenuhi kebutuhan warga terdampak.

“Penyaluran menjangkau sejumlah wilayah, di antaranya Desa Sumberagung dan Desa Sitiarjo di Kecamatan Sumbermanjing Wetan (Sumawe), Desa Karangkates di Kecamatan Sumberpucung, serta beberapa desa di Kecamatan Kalipare dan Pagak,” ujar Sadono, Kamis (29/10/2026).

Di Kecamatan Sumawe, distribusi dilakukan ke Desa Sumberagung sebanyak 15.000 liter dan Desa Sitiarjo sebanyak 20.000 liter. Puskesmas Sitiarjo juga menerima pasokan 5.000 liter air bersih.

Sementara itu, Kecamatan Sumberpucung menerima distribusi sebanyak 12.600 liter untuk Desa Karangkates. Di Kecamatan Kalipare, pasokan air disalurkan ke Desa Sumberpetung sebanyak 15.000 liter, Desa Kalirejo 8.000 liter, dan Desa Arjosari 5.000 liter.

“Wilayah terdampak kekeringan meliputi Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Gedangan, Sumberpucung, Donomulyo, Kalipare, Pagak, Bantur, dan Lawang,” tambahnya.

Sejumlah desa tercatat telah menerima pasokan air dalam jumlah besar selama masa penanganan. Desa Karangkates di Kecamatan Sumberpucung menjadi salah satu wilayah dengan distribusi kumulatif terbesar, yakni 1.270.200 liter.

Berikutnya, Desa Tumpakrejo di Kecamatan Gedangan menerima 725.000 liter. Sementara Desa Sumberagung di Kecamatan Sumawe sebanyak 695.000 liter, dan Desa Sitiarjo sebanyak 640.000 liter.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *