
RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Persoalan pangan menjadi isu strategis para kepala daerah, termasuk Bojonegoro. Kini, kabupaten ujung barat perbatasan Jawa Timur (Jatim) dengan Jawa Tengah (Jateng) ini digadang sebagai lumbung pangan.
Badan Urusan Logitik (Bulog) Cabang Bojonegoro menyebut dari tiga wilayah kerja meliputi Bojonegoro, Lamongan, dan Tuban telah menyerap sekitar 33 persen gabah atau 56.128.761 kilogram (kg) dari total 167.863.519 kg gabah dari Bojonegoro.
‘’Untuk stok beras sendiri di angka 81.681.610 kg mencakup tiga wilayah kerja,” kata Pimpinan Cabang Bulog Bojonegoro Umar Said, Selasa (27/10).
Umar melanjutkan, terus melakukan serapan gabah. Juga dilaksanakan gerakan pangan murah (GPM) di sejumlah tempat agar masyarakat menjangkau harga lebih ekonomis dan sesuai herga eceran tertinggi (HET).
‘’Terbaru dalam rangka memeringati Hari Pangan Sedunia, kami menggelar GPM dengan menyalurkan 8 ton beras SPHP (stabilisasi pasokan dan harga pangan) dan 1.200 liter minyak goreng Minyakita di tiga kabupaten,” katanya.
Dia mengklaim, kegiatan serupa dilakukan untuk menjaga ketersediaan bahan pokok dengan harga terjangkau. Harapannya, kata dia, memperkuat ketahanan pangan daerah berkelanjutan.
‘’Kami ingin memastikan kehadiran negara dalam menjaga keterjangkauan harga panngan bagi masyarakat sekitar,” kata pria domisili Yogyakarta itu. (yna/msu)
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber