/data/photo/2026/10/29/6ae2d2224dd6f.jpeg)
MALANG, KOMPAS.com – Kenaikan sejumlah harga kebutuhan pokok memicu penurunan omzet secara drastis sejumlah pedagang di Pasar Bunulrejo, Kota Malang, Jawa Timur.
Tak hanya masyarakat yang mulai kebingungan mengatur keuangan, para pedagang juga turut merasakan dampak berat dari kelesuan transaksi di pasar tradisional tersebut.
Salah seorang pedagang sayur mayur di Pasar Bunulrejo, Nasir (45), mengatakan bahwa penurunan omzet ini mulai dirasakan secara signifikan dalam beberapa pekan terakhir.
Kondisi tersebut semakin parah seiring merangkaknya harga berbagai komoditas pangan yang membuat pasar kian sepi pembeli.
“Bisa dilihat sendiri, kondisi pasar sepi sekali. Omzet tentu menurun drastis yang tinggal 20 persen,” ujar Nasir saat ditemui di kiosnya, Kamis (29/10/2026).
Nasir mencontohkan, pada situasi normal, dia mampu menjual hingga 10 kilogram cabai rawit setiap harinya. Namun, kini membawa stok 2 kilogram saja sering tersisa hingga layu.
“Sekarang bawa dua kilogram saja tidak habis, sampai kering-kering begini. Banyak juga pedagang lain yang mengeluhkan dagangan sepi,” tambahnya.
Di Pasar Bunulrejo, lonjakan harga sayur-mayur ini telah dirasakan sejak beberapa waktu terakhir. Beberapa komoditas bahkan terpantau mengalami kenaikan hingga dua kali lipat dari harga normal.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber