
INDOZONE.ID – Ancaman longsor membayangi lima rumah warga di Desa Darungan, Kecamatan Tanggul, Jember, Jawa Timur, setelah retakan tanah di jalan setapak penghubung Padukuhan Kidul Sawah dan Padukuhan Krajan semakin melebar hingga hampir 30 meter. Jarak retakan dengan pondasi rumah warga kini diperkirakan hanya tersisa sekitar lima hingga enam meter.
Kondisi semakin mengkhawatirkan di tengah hujan yang belakangan kerap mengguyur wilayah tersebut, sementara kerusakan tanah yang telah terjadi sejak sekitar 1995 itu disebut belum mendapat penanganan menyeluruh.
Informasi mengenai kondisi jalan setapak tersebut mencuat setelah unggahan akun Facebook @Abd R. di grup Info Warga Tanggul viral di media sosial. Perhatian publik pun kembali tertuju pada ancaman longsor yang berpotensi membahayakan permukiman warga.
Kepala Desa Darungan, H. Sukron Arafid, mengatakan retakan semakin terlihat sejak musim kemarau beberapa waktu terakhir. Saat itu, tanah mulai merekah dan retakan terus melebar.
Kondisi tersebut diperparah oleh hujan yang belakangan sering turun, sehingga tanah labil di sekitar jalan setapak semakin terkikis dan berisiko longsor ke arah rumah warga.
“Sejak musim kemarau, retakan tanah sudah semakin terlihat dan melebar. Sekarang hujan juga sering turun, sehingga tanah semakin terkikis dan berpotensi longsor. Kondisinya makin mengkhawatirkan karena sudah mendekati pondasi rumah warga,” ungkap Sukron saat dikonfirmasi sejumlah wartawan, Rabu malam (28/10/2026).
Lebih lanjut Sukron menjelaskan, persoalan tersebut sebenarnya telah berlangsung selama puluhan tahun. Sejak sekitar 1995, kondisi tanah di kawasan itu sudah menunjukkan gejala kerusakan. Namun, panjang retakan dan ancaman terhadap permukiman kini semakin menjadi perhatian.
“Sejak sekitar 1995 kondisinya sudah seperti itu. Setiap musim hujan tanah terus terkikis, sedangkan saat kemarau muncul retakan-retakan. Ketika hujan turun, tanah bisa langsung longsor,” katanya.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber