jatimnow.com – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 9 Jember memastikan kesiapan fasilitas proteksi petir di 20 lokasi untuk menjaga keandalan peralatan pendukung operasional kereta api menjelang musim hujan.

Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi sambaran petir yang dapat mengganggu perangkat listrik, telekomunikasi, hingga persinyalan kereta api. Keandalan perangkat tersebut menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga keselamatan dan kelancaran perjalanan kereta api, terutama saat intensitas hujan meningkat.

Manager Hukum dan Humas KAI Daop 9 Jember, Cahyo Widiantoro, mengatakan pemeriksaan dan perawatan fasilitas proteksi petir dilakukan secara berkala untuk meminimalkan risiko gangguan akibat cuaca ekstrem.

“Pemeriksaan dilakukan secara berkala untuk memastikan sistem perlindungan berfungsi sesuai peruntukannya, sekaligus mengidentifikasi potensi gangguan yang perlu segera ditangani,” kata Cahyo, Kamis (29/10/2026).

Secara teknis, sistem proteksi petir bekerja dengan menangkap sambaran melalui terminal penerima, kemudian menyalurkan arus listrik menuju tanah melalui penghantar dan sistem pembumian (grounding).

Sistem tersebut berfungsi mengendalikan jalur aliran arus petir untuk mengurangi risiko kerusakan bangunan, kebakaran, serta gangguan pada peralatan listrik dan elektronik. Perlindungan ini juga diperlukan untuk menjaga fasilitas telekomunikasi dan perangkat persinyalan yang menunjang operasional kereta api.

Selain penangkal petir dan sistem pembumian, perlindungan terhadap lonjakan tegangan serta pemeliharaan instalasi listrik juga dilakukan untuk menjaga keandalan perangkat elektronik.

Di wilayah KAI Daop 9 Jember, fasilitas proteksi petir tersebar di 20 lokasi strategis. Lokasi tersebut meliputi Ruang Radio Grati, Probolinggo, Gunung Mlawang, Bangsalsari, Jember, Gunung Gending, Rogojampi, dan Ketapang.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *