SURABAYA KOMPAS.TV – Musim kemarau 2026 di Jawa Timur diprediksi berlangsung lebih panjang hingga November 2026.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengatakan, hal ini disebabkan fenomena El Nino dengan intensitas sangat kuat yang bertahan hingga awal tahun 2027, disertai fenomena Indian Ocean Dipole (IOD) positif hingga akhir tahun 2026.

Kondisi tersebut menyebabkan periode hari tanpa hujan (HTH) berlangsung lebih panjang di sejumlah wilayah.

BMKG menyebut beberapa wilayah Jawa Timur masih akan dilanda musim kemarau pada bulan Oktober-November 2026.

Stasiun Klimatologi Kelas I Jawa Timur mengatakan, dari total 74 Zona Musim (ZOM) yang ada di Jawa Timur, mayoritas diperkirakan baru akan memasuki musim hujan pada penghujung tahun 2026:

Dibandingkan dengan kondisi rata-rata normal periode 1991-2020, awal musim hujan tahun ini didominasi sifat Mundur di 70 ZOM (96,6 persen luas daratan). Bahkan, 9 ZOM (12 persen luas daratan) diperkirakan mengalami keterlambatan hingga lebih dari dua bulan (5 dasarian).

“Puncak musim hujan 2026/2027 diprediksi dominan terjadi pada bulan Februari 2027 (69,2 persen dari luas daratan),” kata BMKG dalam keterangannya.

Menanggapi keterlambatan serta singkatnya periode musim hujan, BMKG Stasiun Klimatologi Jawa Timur, mengeluarkan rekomendasi langkah mitigasi dan aksi dini untuk tiga sektor prioritas:

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *