​Kediri, ArahJatim.com — Semangat warga Kabupaten Kediri terlihat membara dalam acara sosialisasi dan fasilitasi Program Bangga Kencana yang digelar di Gedung Serbaguna Kecamatan Papar, Selasa (27/10/2026). Kegiatan ini dihadiri oleh ratusan masyarakat setempat yang antusias menyimak pemaparan pentingnya pengasuhan keluarga, pencegahan stunting, serta kepedulian terhadap tumbuh kembang anak demi menyambut visi Indonesia Emas 2045.

​Acara strategis ini menghadirkan tokoh-tokoh penting sebagai narasumber, di antaranya Anggota Komisi IX DPR RI Pulung Agustanto, perwakilan Narasumber BKKBN Provinsi Jawa Timur Sukamto, S.E., M.Si, serta perwakilan OPD BKKBN Kabupaten Kediri Riffa Hanida, S.SiT., M.Kes. Kehadiran para narasumber ini memberikan angin segar serta edukasi langsung kepada masyarakat mengenai pentingnya sinergi lintas sektor dalam menciptakan keluarga yang berkualitas.

​Dalam pemaparannya, Anggota Komisi IX DPR RI, Pulung Agustanto, membuka sesi dengan gelak tawa peserta melalui guyonan khasnya.

​“Apa bedanya Pil KB dan Pileg? Pil KB nek lali dadi, Pileg nek dadi lali,” ucap Pulung disambut tawa meriah warga yang memadati gedung serbaguna.

​Meski diselingi candaan hangat, Pulung menegaskan bahwa kehadirannya di tengah-tengah warga Kediri merupakan bukti nyata bahwa wakil rakyat tidak pernah melupakan konstituennya. Ia memaparkan data penurunan angka stunting di Kabupaten Kediri yang menunjukkan tren positif dari 24% pada tahun 2021 turun menjadi 8,4% pada 2026.

​Kendati demikian, ia mengingatkan bahwa tugas bersama belum selesai karena masih ada sekitar 6.000 anak yang mengalami stunting di Kediri.

​Sementara itu, Narasumber BKKBN Provinsi Jawa Timur, Sukamto, S.E., M.Si, memaparkan materi mendalam mengenai pentingnya penerapan delapan fungsi keluarga untuk mewujudkan generasi yang berdaya saing. Ia menjelaskan bahwa keluarga bukan sekadar tempat berlindung, tetapi fondasi utama dalam menanamkan nilai agama, sosial budaya, cinta kasih, perlindungan, reproduksi, ekonomi, hingga pendidikan anak.

​Selain itu, dalam sesi materi penanganan isu strategis kependudukan, disoroti pula fenomena fatherless atau absennya peran psikologis dan emosional seorang ayah di tengah keluarga. Sering kali pola pengasuhan dibebankan sepenuhnya kepada ibu, padahal keterlibatan fisik dan emosional ayah sangat krusial bagi pembentukan karakter, rasa percaya diri, serta kestabilan emosi anak.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *