Proyek rumah pompa Surabaya telah mencapai 90 persen dan ditargetkan selesai pertengahan November 2026 agar beroperasi saat curah hujan meningkat pada Desember.

Penanganan genangan diprioritaskan di Tanjungsari, Simokalangan, Simorejo, Margorejo, Nginden Jangkungan, dan Rungkut, setelah kawasan Benowo, Pakal, serta Dukuh Kupang ditangani.

Pemkot mengalokasikan lebih dari Rp20 miliar untuk drainase dan empat rumah pompa, sambil membenahi saluran kampung serta menerapkan sanksi bagi kontraktor yang terlambat.

Surabaya, IDN Times – Proyek rumah pompa di Kota Surabaya ditarget segera rampung sebelum musim hujan datang atau pada November 2026. Saat ini proyek tersebut telah mencapai 90 persen.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan, percepatan pembangunan dilakukan agar rumah pompa dapat segera beroperasi ketika curah hujan meningkat pada Desember. Dengan begitu, kapasitas penanganan genangan di sejumlah kawasan rawan di Kota Pahlawan diharapkan semakin optimal.

“Sekarang progresnya sudah 90 persen. Targetnya pertengahan November selesai, karena yang masih dikerjakan terutama penyambungan pipa menuju sungai. Yang terpenting, koneksinya diselesaikan terlebih dahulu supaya rumah pompa bisa segera dioperasikan,” ujarnya, Jumat (30/10/2026).

Sejumlah kawasan yang menjadi perhatian di antaranya Tanjungsari, Simokalangan, Simorejo, Margorejo, serta kawasan Nginden Jangkungan dan Rungkut. Menurutnya, beberapa lokasi tersebut telah bertahun-tahun menghadapi persoalan genangan setiap kali hujan turun.

Ia menjelaskan, penanganan banjir dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan tingkat urgensi dan kemampuan anggaran daerah. Sebelumnya, Pemkot Surabaya memprioritaskan kawasan Benowo, Pakal, dan Dukuh Kupang yang memiliki persoalan genangan cukup serius.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *