
Badan Pusat Statistik (BPS) Republik Indonesia (RI) mengapresiasi komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember berhasil menurunkan angka kemiskinan. Selama setahun terakhir, jumlah warga miskin di Jember berkurang 15 ribu.
Kepala BPS RI Amalia Adininggar menyebut, Pemkab Jember berhasil menurunkan angka kemiskinan serta menjaga pertumbuhan ekonomi dengan baik.
“Jadi luar biasa, Pak, di kuarter I (pertumbuhan ekonomi) 6,35 persen, di kuarter dua 5,9 persen, sehingga dalam satu semester itu Bapak (Gus Fawait) bisa tumbuh di atas 6 persen,” kata Amalia dalam audiensi Pemkab Jember dengan BPS RI, Kamis (29/10/2026).
BPS RI memuji komitmen Pemkab Jember yang berhasil menurunkan kemiskinan serta menjaga pertumbuhan ekonomi dengan baik pada tahun 2026 ini.
“Jadi keren banget, selain fokus ke kemiskinan, ini kan jarang ada kepala daerah yang fokus pertumbuhan saja, kemiskinannya kelewatan, Pak. Tapi ini yang kami apresiasi adalah pertumbuhan ekonominya kencang, tetapi kemiskinannya juga di-touch dengan baik,” jelasnya.
“Bahkan, yang paling penting adalah Pak Bupati juga konsen dengan datanya dari BPS ya untuk kita dengar bersama. Jadi ini keren sekali, kami jadi semangat untuk terus berkolaborasi,” tambahnya.
Sementara itu, Bupati Jember Gus Fawait mengungkap, penurunan angka kemiskinan di Jember terus menunjukkan tren positif. Di mana ada penurunan 15 ribu yang kini statusnya sudah tidak masuk kategori warga miskin pada tahun 2026 ini.
“Kabupaten Jember berhasil keluar dari posisi dua besar kemiskinan absolut di Jawa Timur setelah selama 10 tahun selalu berada di urutan kedua terbanyak. Jember juga mencatatkan penurunan angka kemiskinan terbesar se-Jawa Timur dengan sekitar 15.000 jiwa keluar dari garis kemiskinan selama setahun terakhir,” bebernya.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber