Di tengah keterbatasan hidup di kawasan padat penduduk bantaran rel kereta api, sekelompok perempuan di Kampung Dupak Magersari, Surabaya, Jawa Timur, berhasil membangun kemandirian ekonomi. Melalui Koperasi Srikandi Kapirel (Kampung Pinggir Rel), mereka menyisihkan uang tabungan sebesar Rp2.000 per hari hingga mampu mengumpulkan modal bersama lebih dari Rp50 juta.

Inisiatif ini berawal dari kebiasaan sederhana 13 perempuan setempat yang ingin saling membantu perekonomian keluarga. Kini, koperasi tersebut berkembang menjadi sekitar 25 anggota. Dana yang terhimpun dimanfaatkan untuk pembiayaan modal usaha mikro, biaya pendidikan anak, hingga renovasi rumah warga.

Pengurus Koperasi Srikandi Kapirel, Ika Sofi Widiyanti, mengungkapkan bahwa iuran harian yang terjangkau membuat para anggota tidak merasa terbebani untuk rutin menabung.

“Iya, karena kan koperasi ini kan kita iurannya cuma Rp2.000 per hari, istilahnya njajan gitu. Iya, jadi enggak terlalu memberatkan. Di sini cuma Rp2.000 per harinya. Nomor satu saling menjaga kepercayaan sesama anggota,” kata Ika dalam tayangan Selamat Pagi Indonesia Metro TV, Jumat, 30 Oktober 2026.

Kemudahan akses permodalan ini dirasakan langsung manfaatnya oleh para anggota. Salah satu anggota koperasi, Rizky Indrayanti, menuturkan bahwa beban jasa pinjaman di koperasi sangat ringan dan prosesnya mudah jika dibandingkan dengan perbankan formal.

“Karena dengan jasanya ringan juga dibanding kalau kita kayak nyicil di bank atau apa gitu. Terus kalau di koperasi ini seharinya kita cuma Rp2.000, ya wis anggap aja kita nabung sehari Rp2.000 itu. Ya manfaatnya kita kan juga bisa buat kayak keperluan sekolah atau apa kayak gitu, banyak.,” tutur Rizky.

Selain pedagang kelontong dan pembuat jajanan rumahan, pembiayaan koperasi juga menopang pelaku usaha kerajinan dandang yang telah lama menjadi denyut ekonomi warga Dupak Magersari. 

Wiwik Sukarsih, salah seorang perajin, memanfaatkan pinjaman koperasi untuk menambah modal kerja sekaligus merenovasi tempat tinggalnya agar ruang produksi menjadi lebih tertata dan nyaman. Berdasarkan musyawarah bersama anggota, ia mendapat kelonggaran tenggat cicilan hingga dua setengah tahun.

Keberhasilan Koperasi Srikandi Kapirel membuktikan bahwa penguatan ekonomi masyarakat akar rumput dapat diwujudkan melalui langkah kecil yang konsisten serta semangat gotong royong. Ke depan, koperasi ini bertekad terus menjaga tata kelola yang amanah, memperluas jangkauan keanggotaan, serta membuka akses pasar yang lebih luas bagi usaha para warganya.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *