
Kediri (ANTARA) – Manajemen Kerja Sama Operasional (MKSO) Kebun Dhoho Kediri, Jawa Timur, memasok sebanyak 223.963,03 ton tebu ke lima pabrik gula yang tergabung dalam Cluster Jatim 1, dalam musim giling dan musim panen tebu tahun 2026.
General Manager MKSO Kebun Dhoho Kediri Juni Yanto mengatakan proses panen dan pengiriman tebu yang berlangsung sejak awal Mei 2026 tersebut berjalan lancar dengan cakupan lahan sekitar 3.310 hektare.
“Alhamdulillah proses panen tebu selama ini berjalan lancar,” kata Juni Yanto di Kediri, Jumat.
Ia menjelaskan pasokan tebu dari Kebun Dhoho didistribusikan ke lima pabrik gula, yakni PG Pesantren Baru di Kota Kediri, PG Ngadiredjo di Kabupaten Kediri, PG Meritjan di Kota Kediri, PG Modjopanggoong di Kabupaten Tulungagung, serta PG Lestari di Kabupaten Nganjuk.
Menurut dia, capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama berbagai unsur yang terlibat dalam kegiatan produksi, mulai dari jajaran manajemen, bagian tanaman, tenaga tebang, hingga masyarakat sekitar.
MKSO Kebun Dhoho di Kediri melakukan tebang tebu seluas 3.310 hektare yang menyuplai kebutuhan tebu di pabrik gula mitra.
MKSO Kebun Dhoho saat ini mengelola hamparan tebu seluas 5.805,59 hektare, yang terdiri atas dua rayon, yaitu Rayon Dhoho I seluas 2.055 hektare yang berada di Kecamatan Plosoklaten, Kabupaten Kediri, dan Rayon Dhoho II seluas 1.295,5 hektare yang mencakup beberapa kabupaten di Jawa Timur meliputi Kabupaten Kediri, Tulungagung dan Blitar.
Proses panen tebu dimulai awal Mei 2026 hingga proses giling di pabrik gula selesai sekitar pertengahan November 2026. Untuk kapasitas tebang, dari MKSO merencanakan di angka 1.800 ton hingga 1.900 ton per hari.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber