SURYA.co.id, JOMBANG – Ratusan warga Nahdliyin, ulama, dan pengasuh pesantren di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, merayakan Hari Santri 2026 dengan cara sederhana tetapi penuh makna.

Sebanyak lebih dari 450 peserta mengikuti Liwetan Akbar yang digelar Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jombang di Pondok Pesantren Darul Ulum, Rejoso, Peterongan, Kamis (29/10/2026) malam.

Tanpa sekat formalitas, para peserta duduk lesehan berjajar mengelilingi hamparan daun pisang.

Mereka menikmati hidangan bersama berupa nasi hangat, urap-urap, aneka lauk pedesaan, gorengan, hingga sambal lalapan.

Canda dan obrolan antarpeserta mengiringi tradisi makan bersama yang menjadi simbol persaudaraan, kesederhanaan, dan kebersamaan warga Nahdliyin.

Ketua PCNU Jombang, KH Fahmi Amrullah Hadzik, mengatakan Liwetan Akbar bukan sekadar kegiatan makan bersama.

Tradisi tersebut memiliki nilai budaya sekaligus pesan sosial yang penting untuk terus diwariskan.

“Inti dari tradisi ini adalah silaturahmi. Budaya luhur seperti inilah yang harus terus kita rawat bersama agar rasa persaudaraan warga Nahdliyyin tetap mengakar kuat,” ucap Gus Fahmi dalam keterangan yang ditulis SURYA.co.id, Jumat (30/10/2026).

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *