Jombang, (afederasi.com) — Malam sudah larut ketika Anang Sudarmono (46) masih menyalakan sepeda motornya, menyusuri jalan desa yang gelap. Di tasnya tersimpan ponsel berisi aplikasi Perlinsos, siap mendata warga yang layak menerima bantuan sosial (bansos) dari pemerintah pusat.

Pria asal RT 2 /RW 4 Dusun Sidobayan, Desa Candimulyo, Kecamatan Jombang, bukan pendamping sosial berbayar. Ia adalah agen Perlinsos relawan yang memilih turun langsung ke lapangan demi memastikan bantuan tidak salah sasaran.

Perjalanan Anang sebagai agen Perlinsos dimulai pada 16 Oktober 2026. Saat itu ia mengunduh aplikasi IKD (Identitas Kependudukan Digital), mendapatkan tautan program Perlinsos dari Desa, lalu mendaftarkan diri sebagai agen dengan pilihan sebagai ketua RT.

Sejak saat itu, hidupnya berubah. Ia menjadi jembatan antara warga kecil dan program bantuan pemerintah .

“Saya mendaftar menjadi agen Perlinsos sejak 16 Oktober 2026, download aplikasi IKD (Identitas Kependudukan Digital), dikasih link Perlinsos dari desa, dan mendaftar menjadi agen Perlinsos dengan pilihan ketua RT,” ujar Anang, Jumat (30/10/2026).

Sejak menjadi agen, pria yang akrab disapa Anang ini mengaku tak menemui kendala berarti. Justru, semakin banyak warga yang datang untuk bertanya dan meminta bantuan.

 “Jadi warga yang belum dapat bantuan dari pemerintah bisa diajukan melalui agen Perlinsos. Selama menjadi agen Perlinsos di Desa Candimulyo tidak ada kendala yang berarti, dan banyak yang datang untuk bertanya,” terangnya.

Dari data yang ia kumpulkan, total 124 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) telah mendatangi Anang untuk verifikasi. Rinciannya, 101 verifikasi penerima lama dan 23 daftar penerima baru yang berhasil disasar. 

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *