:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/acara-ini-diikuti-oleh-seratus-peminat-film-asal-Banyuwangi.jpg)
SURYA.co.id, BANYUWANGI – Kekayaan budaya, legenda, sejarah, hingga destinasi wisata Kabupaten Banyuwangi dinilai menyimpan potensi besar untuk dikembangkan menjadi karya film berkualitas.
Potensi tersebut kini mulai didorong pemerintah pusat agar mampu melahirkan lebih banyak sineas dan produksi film dari daerah.
Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) mengajak para pelaku perfilman di Banyuwangi untuk lebih berani mengangkat cerita lokal ke layar lebar.
Upaya tersebut diwujudkan melalui seminar bertajuk “Bicara Film Banyuwangi” yang digelar Direktorat Film, Animasi, dan Video di Bioskop NSC Banyuwangi, Jumat (30/10/2026).
Dua penulis skenario, Salman Aristo dan Rino Sarjono, hadir untuk berbagi pengalaman serta membekali peserta dengan teknik mengembangkan ide cerita menjadi naskah skenario film.
Direktur Film, Animasi, dan Video Kementerian Ekonomi Kreatif Doni Setiawan mengatakan, Banyuwangi memiliki perkembangan ekosistem perfilman yang cukup menjanjikan.
Menurutnya, aktivitas perfilman di daerah tersebut bukan hal baru. Banyuwangi bahkan telah memiliki bioskop sejak sebelum Indonesia merdeka dan keberadaan fasilitas pemutaran film itu terus berlangsung hingga sekarang.
Dari sisi produksi, sineas lokal juga mulai menunjukkan aktivitas melalui pembuatan film-film pendek.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber