Diracik dari Empat Klub, Tim Asuhan Rifky Yakyuddin Menuntaskan Uji Coba dengan Sempurna. Produktivitas Menjanjikan, Misi Merebut Panggung Tertinggi Mulai Dipertaruhkan.

PASURUAN I KEMPALAN — Dua puluh gol dalam tiga pertandingan. Tiga kemenangan tanpa cela. Itulah jejak awal yang ditorehkan Tim Sepak Bola POPDA Sidoarjo 2026 menjelang pertempuran di Pesta Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) XV Jawa Timur di Ngawi.

Catatan tersebut bukan sekadar statistik pemanasan. Di balik produktivitas lini depan dan konsistensi hasil, tersimpan proses panjang meracik kekuatan, menyatukan karakter, serta membangun chemistry pemain dari sejumlah klub menjadi satu kesatuan kompetitif. Di bawah kendali pelatih Rifky Yakyuddin, Sidoarjo kini datang dengan modal kepercayaan diri sekaligus ambisi besar: menempatkan sepak bola daerahnya di panggung tertinggi POPDA Jatim.

Ujian terakhir berhasil dilewati dengan meyakinkan. Jumat (30/10/2026), Achmad Sulthon Ulil Albab dan kawan-kawan melumat Persekabpas Akademi dengan skor telak 6-1. Pertandingan yang berlangsung di kawasan Yonif Kavaleri (Yonkav), Beji, Kabupaten Pasuruan, itu sekaligus menjadi penutup rangkaian uji coba sebelum tim bertolak menuju Ngawi.

Kemenangan tersebut menyempurnakan dua hasil positif sebelumnya. Sidoarjo lebih dahulu menundukkan tim UKM UIN Sunan Ampel Surabaya dengan skor 6-3, kemudian berpesta gol saat menghadapi salah satu klub peserta kompetisi internal Askab PSSI Sidoarjo dengan kemenangan 8-0.

Dari tiga pertandingan, Sidoarjo mengoleksi 20 gol dan hanya empat kali kebobolan. Selisih gol plus 16 menjadi gambaran awal ketajaman serangan sekaligus modal psikologis menjelang kompetisi sesungguhnya.

Namun, angka-angka itu bukan alasan untuk berpuas diri. Produktivitas dalam pertandingan persahabatan belum sepenuhnya mencerminkan ketangguhan menghadapi tekanan kompetisi. Justru di Ngawi, kualitas organisasi permainan, kedisiplinan pertahanan, dan kematangan mengambil keputusan akan memperoleh ujian yang sesungguhnya.

Ada satu pekerjaan penting yang harus dituntaskan Rifky sebelum kompetisi dimulai: menyatukan potensi pemain yang berasal dari lingkungan klub berbeda menjadi tim dengan satu karakter permainan.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *