/data/photo/2026/10/30/6ae4984a4c4ac.jpg)
BANYUWANGI, KOMPAS.com – Sebanyak 6.398 perempuan kepala keluarga di Banyuwangi, Jawa Timur, mendapat dukungan modal usaha berupa peralatan produktif melalui program Kanggo Riko.
Sejak 2021, total anggaran yang disalurkan untuk program pemberdayaan tersebut mencapai Rp 11,41 miliar.
Program tersebut menjadi salah satu upaya Pemkab Banyuwangi memperkuat kemandirian ekonomi perempuan, terutama mereka yang menjadi penopang kebutuhan rumah tangga.
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengatakan, dukungan terhadap perempuan tidak cukup hanya melalui bantuan usaha. Pemerintah daerah juga berupaya memperluas akses perlindungan sosial dan pasar bagi pelaku usaha kecil.
“Kami juga memberikan bantuan premi BPJS, pelatihan usaha, hingga menggerakkan ribuan ASN untuk berbelanja ke pasar tradisional setiap bulannya sebagai upaya mendongkrak pendapatan mereka,” kata Ipuk, Jumat (30/10/2026).
Selain sektor ekonomi, keterlibatan perempuan dalam pemerintahan juga menjadi perhatian. Berdasarkan data Pemkab Banyuwangi, perempuan kini menempati sekitar 12 persen jabatan eselon II, 17,5 persen eselon III, dan 38 persen eselon IV.
Sementara dalam pelayanan publik, pemerintah daerah berupaya menjangkau warga yang memiliki keterbatasan akses administrasi kependudukan. Layanan jemput bola dilakukan melalui program Bunga Desa (Bupati Ngantor di Desa) dan Camping Embun (Camping Pelayanan Masyarakat Kebun).
Pemkab juga mengupayakan penerbitan identitas kependudukan bagi warga miskin yang terdata melalui UGD Kemiskinan. Aspirasi kelompok masyarakat lainnya dihimpun melalui forum rembug perempuan, anak, lansia, disabilitas dan santri.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber