RRI.CO.ID, Madiun – Jawa Timur tidak hanya dikenal dengan kekayaan alam, sejarah, dan destinasi wisatanya, tetapi juga memiliki beragam kuliner tradisional yang menjadi identitas dan kebanggaan daerah. Sejumlah makanan ringan khas dari berbagai kabupaten bahkan telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia (WBTb), sebagai bentuk pengakuan terhadap kekayaan budaya kuliner yang diwariskan secara turun-temurun.

Dikutip dari laman Instagram @kominfojatim, terdapat sejumlah makanan ringan tradisional Jawa Timur yang memiliki keunikan dari segi bahan, bentuk, cita rasa, hingga cara pengolahannya. Beberapa di antaranya adalah Ledre dari Kabupaten Bojonegoro, Brem dari Kabupaten Madiun, dan Pudak dari Kabupaten Gresik.

Ketiganya tidak sekadar menjadi sajian kuliner, tetapi juga merepresentasikan sejarah dan tradisi masyarakat setempat. Ledre khas Bojonegoro merupakan camilan berbentuk gulungan tipis dan renyah yang umumnya dibuat dari pisang dan tepung beras.

Makanan ini memiliki aroma khas pisang dengan cita rasa manis. Ledre telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia pada 2021. Sementara itu, Brem khas Kabupaten Madiun, yang dikenal dengan teksturnya padat, rasa manis, serta sensasi lumer ketika dinikmati, memperoleh penetapan WBTb pada 2023.

Adapun Pudak dari Kabupaten Gresik merupakan kue tradisional berbahan tepung beras, santan, dan gula yang dikemas menggunakan pelepah pinang. Kuliner khas ini ditetapkan sebagai WBTb pada 2024.

Selain ketiga kuliner tersebut, Jawa Timur juga memiliki Kerupuk Abang Ijo dari Kabupaten Bojonegoro. Kerupuk tradisional ini memiliki ciri khas perpaduan warna merah dan hijau yang membuat tampilannya menarik.

Ada pula Ampo dari Kabupaten Tuban, camilan tradisional berbahan tanah yang dihaluskan, dibentuk menyerupai gulungan kecil, kemudian dikeringkan hingga siap dikonsumsi. Kedua kuliner tersebut sama-sama ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia pada 2024.

Kekayaan kuliner tradisional Jawa Timur juga terlihat dari Krecek Bung khas Kabupaten Lumajang. Makanan ini menggunakan bahan utama tunas bambu atau rebung yang diolah menjadi masakan tradisional dan dikenal di sejumlah desa di kawasan lereng Gunung Semeru.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *