portalmadura.com — Suasana berbeda tampak pada pelaksanaan upacara bendera di SDN Pangarangan 1, Kabupaten Sumenep. Dalam rangka memeriahkan Hari Jadi Kabupaten Sumenep, pihak sekolah menggelar upacara bendera unik dengan menggunakan bahasa Madura sebagai bahasa pengantar utama serta diiringi alunan musik gamelan khas daerah.

Kegiatan tersebut makin berkesan dengan hadirnya Wakil Sekretaris Jenderal Majelis Adat Kerajaan Nusantara (MAKN), RBMS Hadi Pradipta atau yang akrab disapa Gus Hadi, yang bertindak sebagai pembina upacara. Gus Hadi sendiri merupakan alumni SDN Pangarangan 1 yang kembali ke almamaternya untuk memberikan motivasi dan menanamkan nilai-nilai kebudayaan lokal kepada para siswa.

Dalam amanatnya, Gus Hadi menekankan pentingnya penguatan pendidikan nonakademis yang berakar pada kearifan lokal, seni, adat, dan tradisi Sumenep. Menurutnya, pengembangan karakter generasi muda harus berjalan selaras dengan pencapaian akademis.

Ia menggarisbawahi prinsip utama dalam dunia pendidikan, yakni mengedepankan adab dan etika sebelum menuntut ilmu. Pembentukan sikap dan perilaku luhur menjadi fondasi paling krusial bagi masa depan anak didik.

“Saya berharap siswa-siswi SDN Pangarangan 1 lebih mengedepankan adab dan etika, baik kepada teman sebaya, orang tua, guru, maupun masyarakat. Hal itu bisa dimulai dari lingkungan terdekat, termasuk tetangga,” ujar Gus Hadi.

Di hadapan para siswa dan tenaga pendidik, Gus Hadi juga mengenalkan sosok Sultan Abdurrahman sebagai figur keteladanan dari sejarah Keraton Sumenep. Sultan Abdurrahman dikenal memiliki perpaduan keilmuan ulama sekaligus kecakapan dalam memimpin pemerintahan (umara).

Ia menuturkan bahwa Sultan Abdurrahman pada zamannya mampu menguasai lebih dari tujuh bahasa asing meski di tengah keterbatasan fasilitas. Bahkan, sang Sultan menjadi salah satu rujukan utama Thomas Stamford Raffles saat menyusun karya monumental *The History of Java*.

“Jika dahulu Sultan Abdurrahman dengan fasilitas yang sangat terbatas mampu menguasai banyak bahasa dan memiliki pengetahuan luas, maka generasi sekarang dengan fasilitas pendidikan dan akses informasi yang jauh lebih lengkap seharusnya memiliki kesempatan yang lebih besar untuk berkembang,” tegasnya.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *