
Jember (beritajatim.com) – Sejumlah pimpinan dan perwakilan fraksi DPRD Kabupaten Jember, Jawa Timur, mendukung aksi “Indonesia Sadar” yang menginginkan perbaikan sosial politik, termasuk aksi unjuk rasa Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Jember, di Kabupaten Jember, Jawa Timur, Jumat (30/10/2026) sore.
Ketua DPRD Jember Ahmad Halim menghargai kritik mahasiswa. “Tuntutannya sudah kami terima, baik lewat catatan media elektronik yang kami terima. Selanjutnya kami mengikuti apa yang menjadi keinginan dari mahasiswa,” katanya.
Wakil Ketua DPRD Jember Widarto juga mendukung penuh tuntutan mahasiswa. “Secara prinsip kami berulang kali menemani mahasiswa di Kabupaten Jember, khususnya untuk aksi. Pemikiran kita sama,” katanya.
Sejak lama Widarto mengkritik Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) agar tidak membuat masyarakat berkompetisi dengan negara. “Rakyat mencari pekerjaan dan usaha justru harus berkompetisi dengan negara,” katanya.
Program Makan Bergizi Gratis, menurut Widarto, tidak boleh meracuni anak-anak dan membuat pedagang kecil di sekitar sekolah tersaingi. “Mereka (para pedagang kecil sekitar sekolah) dibatasi karena adanya MBG,” katanya.
Widarto siap mengawal aspirasi “Indonesia Sadar” ke pemerintah pusat. “Ini kewenangan pusat. Enggak ada DPRD kabupaten yang bisa menghentikan KDMP, enggak ada pemerintah kabupaten yang bisa menghentikan MBG. Ini program pemerintah pusat. Mari rasional, yang bisa kita lakukan berbareng-bareng menyuarakan ini,” katanya.
Sementara itu, Alfian Andri Wijaya dari Fraksi Gerindra mengatakan tidak ada lagi SPP dan uang gedung yang harus dibayarkan masyarakat untuk anak-anak mereka di pendidikan dasar dan menengah. Begitu juga dengan biaya kesehatan gratis melalui Jaminan Kesehatan Nasional Universal Health Coverage Prioritas.
Achmad Dhafir Syah dari Partai Keadilan Sejahtera sependapat dengan keinginan masyarakat untuk mengembalikan alokasi anggaran pendidikan sesuai mandat konstitusi. “Sekarang anggaran pendidikan dari Rp310 triliun turun Rp240 triliun yang belum mencerminkan keberpihakan kepada dunia pendidikan,” katanya.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber