:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/industri-lingkar-timur-sdjo.jpg)
SURYA.CO.ID SIDOARJO – Kawasan Lingkar Timur, Kabupaten Sidoarjo, terus mengalami perkembangan seiring percepatan pembangunan infrastruktur dan bertambahnya pusat aktivitas ekonomi.
Betonisasi jalan, kehadiran Mal Pelayanan Publik (MPP), hingga pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industri Halal di kawasan Safe N Lock menjadi sejumlah faktor yang mendorong pertumbuhan wilayah tersebut.
Perkembangan ini membuka peluang Lingkar Timur menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi baru di Sidoarjo. Selain memperlancar mobilitas masyarakat, pembangunan infrastruktur di kawasan tersebut diharapkan mampu mendukung distribusi barang sekaligus meningkatkan daya tarik investasi.
Ketua DPRD Sidoarjo Abdillah Nasih menilai pengembangan kawasan Lingkar Timur perlu terus didukung agar semakin terintegrasi. Infrastruktur jalan, pelayanan publik, dan kawasan industri harus saling menunjang sehingga pertumbuhan ekonomi dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.
Potensi pengembangan Lingkar Timur semakin besar dengan keberadaan KEK Industri Halal Sidoarjo di kawasan Safe N Lock. Kawasan ini dirancang sebagai ekosistem industri halal terintegrasi yang mencakup kegiatan produksi, pengolahan, logistik, hingga distribusi.
Berdasarkan data yang ada, KEK Industri Halal Sidoarjo memiliki luas sekitar 796,65 hektare. Kawasan tersebut ditargetkan mampu menarik investasi hingga Rp 97,8 triliun sampai 2054 dan diproyeksikan menciptakan lebih dari 300 ribu lapangan kerja.
“Lokasinya yang relatif dekat dengan Pelabuhan Tanjung Perak, Bandara Internasional Juanda, dan jaringan jalan tol menjadi salah satu keunggulan dalam mendukung aktivitas logistik serta distribusi produk industri,” katanya.
Menurut Abdillah Nasih, keberadaan kawasan industri halal juga berpotensi membuka kesempatan bagi pelaku usaha lokal untuk terlibat dalam rantai pasok industri.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber