
Banyuwangi (ANTARA) – Sejumlah pelaku usaha asal Filipina membuka peluang pembelian kopi specialty lokal Banyuwangi, Jawa Timur, sekaligus kerja sama perdagangan kopi antara kedua negara.
Kunjungan buyer kopi ini difasilitasi Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Manila bersama Pengurus Pusat Masyarakat Ekonomi Syariah (MES), selain mengenal karakter dan kualitas kopi Banyuwangi, para calon pembeli ini juga bertemu langsung dengan produsen serta melihat perkebunan kopi untuk menjajaki peluang pasokan.
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani di Banyuwangi, Sabtu, menyampaikan kunjungan tersebut menjadi kesempatan untuk mengenalkan potensi kopi daerah sekaligus kesempatan memperluas akses pasar bagi petani dan pelaku usaha kopi.
“Ketertarikan pembeli dari Filipina ini menjadi peluang bagi kopi Banyuwangi untuk masuk pasar internasional. Kami ingin potensi yang dimiliki petani dan pelaku usaha lokal bisa bertemu dengan pasar yang tepat, sehingga terbuka kerja sama yang berkelanjutan,” ujarnya.
Menurut Ipuk, Pemkab Banyuwangi terus mendorong pengembangan komoditas unggulan daerah agar tidak hanya kuat di sisi produksi, tetapi juga memiliki daya saing dari segi kualitas, pengolahan dan pemasaran.
“Kami berharap pertemuan ini bisa berlanjut menjadi kerja sama bisnis yang memberikan manfaat bagi petani dan pelaku usaha kopi di Banyuwangi,” katanya.
Pelaksana Fungsi Ekonomi KBRI Manila, Lindi Mahesi, mengatakan kunjungan tersebut merupakan bagian dari program promosi kopi specialty Indonesia di Filipina. Tahun ini, Banyuwangi menjadi salah satu daerah yang dikunjungi untuk pertama kalinya.
“Kami mendengar Banyuwangi memiliki kopi specialty berkualitas yang bisa dipromosikan, oleh karena itu, kami membawa calon pembeli dari Filipina agar bisa bertemu langsung dengan produsen kopi di sini,” katanya.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber