Jawa Timur memiliki sejumlah klenteng dengan arsitektur khas yang menyimpan tradisi masyarakat Tionghoa. Bangunannya tidak hanya menarik dari estetika, tetapi juga memperlihatkan nilai keagamaan, budaya, dan kehidupan sosial yang berkembang selama ratusan tahun.

Beberapa klenteng memiliki ciri khas berupa ornamen naga, lampion, dan dominasi warna merah serta kuning. Ada pula yang tampil berbeda dengan desain modern, lokasi di tepi pantai, hingga bangunan yang menyimpan keunikan dalam tata ruang dan altar sembahyangnya.

Bagi pencinta wisata sejarah dan budaya, klenteng-klenteng tersebut dapat menjadi pilihan untuk mengenal warisan budaya di Jawa Timur. Berikut lima klenteng berarsitektur unik yang tersebar di Tuban, Surabaya, Gresik, dan Malang.

Klenteng Kwan Sing Bio merupakan salah satu tempat ibadah bersejarah di Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Klenteng yang diperkirakan berdiri sejak 1773 ini dikenal memiliki kawasan yang luas, ornamen khas Tionghoa, serta lokasi yang menghadap langsung ke laut.

Salah satu ciri khasnya adalah penggunaan warna merah, hijau, dan kuning pada bangunan. Atap melengkung, hiasan naga, lampion, serta lilin turut memperkuat karakter arsitektur tradisional Tionghoa di kawasan klenteng.

Keunikan lainnya terlihat pada gerbang yang dihiasi ornamen kepiting berukuran besar. Keberadaan ornamen tersebut menjadi penanda khas bagi pengunjung yang memasuki kawasan tempat ibadah ini.

Di bagian belakang klenteng terdapat patung Dewa Kwan Kong setinggi sekitar 30 meter. Patung tersebut menjadi salah satu daya tarik yang memperkuat kesan megah kompleks klenteng.

Selain arsitekturnya, klenteng ini digunakan untuk kegiatan keagamaan serta menjadi tempat penyelenggaraan perayaan, termasuk peringatan ulang tahun Dewa Kwan Kong.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *