SURABAYAPAGI.com, Sumenep – Puncak Peringatan Hari Jadi ke-757 Kabupaten Sumenep berlangsung unik dan berbeda. Upacara yang digelar di depan Masjid Jamik Sumenep, Sabtu (31/10/2026) pagi, seluruh rangkaiannya menggunakan Bahasa Madura.

Mulai dari pembukaan, pembacaan teks Pancasila dan UUD 1945, hingga amanat inspektur upacara, semuanya dilafalkan dalam Bahasa Madura. Hal ini menjadi wujud komitmen Pemkab Sumenep melestarikan bahasa daerah di tengah momentum Hari Jadi yang dirangkai dengan Hari Sumpah Pemuda ke-98 dan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur.

Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo yang menjadi inspektur upacara, menyampaikan pidato berbahasa Madura dengan tema “Songennep Jaja Rajja”.

“Songennep Jaja Rajja artinya Sumenep tetap Jaya dan Berjaya. Ini bukan sekadar tema, tapi tekad kita bersama untuk menjaga kebersamaan, memperkuat identitas daerah, mempertahankan kedaulatan, dan mendorong kemakmuran,” ujar Bupati Fauzi di hadapan peserta upacara.

Cak Fauzi, sapaan akrabnya, menegaskan tema tersebut menjadi pengingat pentingnya gotong royong dan kolaborasi semua pihak dalam membangun Sumenep.

“Persatuan dan kebersamaan adalah modal utama. Tanpa itu, kita sulit menjaga identitas daerah dan menghadapi tantangan pembangunan ke depan,” tegasnya.

Ia menjelaskan, semangat Songennep Jaja Rajja selaras dengan arah pembangunan berkelanjutan dalam RPJMD 2025-2029, yang tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga pembangunan SDM, ekonomi kerakyatan, budaya, dan pemerataan kesejahteraan.

Dalam pidatonya, Bupati Fauzi membeberkan capaian membanggakan Pemkab Sumenep yang menjadi kado di usia ke-757 tahun. Hingga Oktober 2026, Sumenep telah mengoleksi 16 penghargaan tingkat regional dan nasional.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *