Kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Jawa Timur dilaporkan padam sementara ini. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah Jawa Timur (BPBD Jatim), total luasan lahan yang terdampak mencapai 11.895,35 hektare.

Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Jawa Timur Gatot Soebroto mengatakan, sepanjang Januari-Oktober 2026, setidaknya terjadi 187 peristiwa Karhutla di Jatim. Kejadian itu tersebar di 27 kabupaten/kota.

“Total luasan area yang terdampak karhutla di Jawa Timur pada tahun ini sudah mencapai 11.895,35 hektare dari 187 kejadian di 27 daerah,” kata Gatot, Minggu (1/11).

Titik rawan kebakaran hutan di Jatim, kata Gatot, didominasi oleh kawasan pegunungan yang memiliki sabana luas dan vegetasi kering. Beberapa area itu meliputi kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Gunung Lawu di perbatasan Jawa Tengah, Gunung Arjuno-Wlirang di Tahura Raden Soerjo, hingga Gunung Argopouro dan Gunung Ijen.

“Faktor penyebab kebakaran di kawasan pegunungan ini beragam, mulai dari aktivitas manusia seperti kelalaian, api unggun, dan pembukaan lahan, hingga faktor alam akibat kekeringan dan gesekan ranting,” ujar Gatot.

Kini, meski terpantau karhutla telah padam di sejumlah titik, Gatot memastikan BPBD bersama stakeholder yang lain terus melakukan pemantauan untuk mengantisipasi kembali munculnya titik api.

“Kami terus melakukan pemantauan hotspot melalui satelit, mengerahkan satuan tugas darat, hingga menyiapkan helikopter untuk operasi water bombing darurat,” ujar Gatot.

Selain memicu kebakaran luas di berbagai wilayah, musim kemarau tahun 2026 yang diperparah oleh fenomena El Nino juga mengakibatkan krisis pasokan air bersih dan kekeringan.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *