RADAR MALANG – Halaman Gedung Rektorat Universitas Merdeka (UNMER) Malang seolah berubah menjadi Indonesia dalam ukuran mini, Rabu (28/10/2026). Busana adat Papua berjalan beriringan dengan kostum khas Bali, Nusa Tenggara Timur, Maluku, hingga Sumatera. Mereka bukan rombongan seniman profesional, melainkan mahasiswa baru yang masih menjalani semester pertama.

Pemandangan itu hadir dalam Gelar Budaya Nusantara dan Inaugurasi UNMER 2026, puncak rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB). Sejak sore hingga malam, mahasiswa baru dari tujuh fakultas tampil dalam kirab budaya dan pertunjukan seni yang menghadirkan ragam tradisi Kalimantan, Papua, Jawa, Nusa Tenggara Timur, Maluku, Bali, Sulawesi, dan Sumatera.

Tanggalnya bukan kebetulan. Acara ini digelar tepat pada Hari Sumpah Pemuda. Hampir satu abad setelah ikrar 1928, generasi baru menunjukkan bahwa persatuan tidak berarti menyeragamkan perbedaan, tetapi menyadari bahwa latar belakang yang beragam bisa menjadi kekuatan untuk tujuan bersama.

Rektor UNMER Malang, Dr. Prihat Assih, S.E., M.Si., Ak., CSRS., menyampaikan sambutan di hadapan mahasiswa baru dan jajaran pimpinan. (Foto: Humas UNMER Malang)
Rektor UNMER Malang, Dr. Prihat Assih, S.E., M.Si., Ak., CSRS., menyampaikan sambutan di hadapan mahasiswa baru dan jajaran pimpinan. (Foto: Humas UNMER Malang)

Rektor UNMER Malang, Dr. Prihat Assih, S.E., M.Si., Ak., CSRS., mengingatkan bahwa para pemuda kala itu bersatu dengan mengesampingkan perbedaan suku, budaya, agama, dan ras demi satu cita-cita, yaitu kemerdekaan. “Sekarang kita adalah penikmat kemerdekaan itu. Oleh karena itu, Universitas Merdeka Malang juga bertekad menjadi universitas yang menyatukan banyak perbedaan,” ujarnya dalam sambutan.

Menurut Rektor, perbedaan itu tidak hanya soal asal daerah, tetapi juga bakat, minat, dan mimpi setiap mahasiswa. “Universitas Merdeka Malang bertekad menjadi universitas yang aman, inklusif, dan penuh empati. Inklusif berarti kita menerima dan tidak membedakan mahasiswa dari berbagai daerah, budaya, suku, ras, serta agama,” katanya. Ia berharap keberagaman itu menjadi kekuatan kampus untuk unggul dan berdampak bagi kemajuan bangsa.

Presiden Mahasiswa, Ketua Pelaksana, dan perwakilan tujuh fakultas menandatangani nota kesepakatan di atas panggung. (Foto: Humas UNMER Malang)
Presiden Mahasiswa, Ketua Pelaksana, dan perwakilan tujuh fakultas menandatangani nota kesepakatan di atas panggung. (Foto: Humas UNMER Malang)

Usai sambutan, seluruh hadirin berdiri, mengepalkan tangan kanan, lalu bersama-sama melantunkan ikrar Sumpah Pemuda. Prosesi berlanjut dengan penandatanganan nota kesepakatan oleh Presiden Mahasiswa Ahmad Hasan, Ketua Pelaksana Noval Zaki Abdad, dan para gubernur mahasiswa dari tujuh fakultas.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *