
Malang, Tugumalang.id – Stasiun Geofisika Malang mencatat 659 kejadian gempa bumi selama Oktober 2026. Gempa yang terjadi di Jawa Timur dan sekitarnya itu memiliki magnitudo terbesar 5,02 dan terkecil 1,17.
Kepala Stasiun Geofisika Malang Ricko Kardoso menyampaikan, mayoritas gempa tersebut merupakan gempa bumi dangkal. Berdasarkan hasil analisis, tercatat 522 kejadian gempa dengan kedalaman kurang dari 60 kilometer.
Sementara itu, sebanyak 137 kejadian lainnya merupakan gempa bumi menengah dengan kedalaman 60 hingga kurang dari 300 kilometer. Adapun gempa bumi dalam dengan kedalaman 300 kilometer atau lebih tidak tercatat selama periode tersebut.
“Dari keseluruhan kejadian tersebut, sebanyak delapan gempa bumi dilaporkan dirasakan masyarakat,” ujar Ricko, Minggu (1/11/2026).
Sejumlah wilayah di Jawa Timur, termasuk Malang, Lumajang, Blitar, Jember, dan Pacitan, turut merasakan getaran gempa. Salah satunya terjadi pada 4 Oktober 2026 pukul 19.36.
Gempa bermagnitudo 4,6 tersebut berpusat sekitar 149 kilometer di selatan Kabupaten Malang dengan kedalaman 10 kilometer. Getarannya dirasakan di Malang dan Lumajang dengan intensitas III MMI. Sementara di Tulungagung, Blitar, dan Jember, getaran tercatat pada intensitas II MMI.
Gempa lainnya terjadi pada 12 Oktober 2026. Gempa bermagnitudo 4,1 itu berpusat sekitar 44 kilometer di selatan Kabupaten Blitar dengan kedalaman 101 kilometer. Getarannya dirasakan di Malang dan Blitar pada intensitas III MMI, serta Trenggalek dan Lumajang pada intensitas II MMI.
Berdasarkan peta distribusi episenter, sebagian besar kejadian gempa bumi selama Oktober 2026 berada di laut, terutama di wilayah selatan Pulau Jawa. Sejumlah gempa lainnya tercatat terjadi di daratan.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber