Banjir lahar dingin Gunung Semeru menerjang wilayah Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, pada Senin (2/11). Limpahan material vulkanik tersebut meluber hingga merendam kawasan pemukiman warga di kawasan lereng gunung.

Saat ini, terdapat tiga wilayah kecamatan yang tercatat paling terdampak oleh terjangan banjir lahar, di antaranya Kecamatan Jatiroto, Pronojiwo, dan Tempursari.

M Rokhim, salah seorang warga Kecamatan Tempursari mengatakan, aliran air yang membawa material vulkanik membanjiri jalanan hingga masuk ke rumah-rumah warga.

“Kalau daerah permukiman dataran rendah sudah penuh air, tapi yang dataran tinggi aman mas,” kata Rokhim saat dikonfirmasi CNNIndonesia.com.

Pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur terus memantau pergerakan banjir lahar. Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Jawa Timur Satriyo Nurseno menjelaskan titik fokus terjangan berada di kawasan perbatasan.

“Lokasi kejadian di aliran Sungai Glidik atau Kali Manjing, tepatnya di jembatan perbatasan yang menghubungkan Kabupaten Malang dan Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Wilayah terdampak berada dalam pantauan Kecamatan Tempursari,” ujar Satriyo.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyebut banjir lahar ini dipicu oleh tingginya curah hujan di kawasan puncak Semeru. Hujan lebat tercatat mulai mengguyur sekitar Gunung Semeru sejak Minggu malam (1/11) pukul 23.40 WIB.

“Alat pemantauan merekam getaran banjir selama enam jam dengan amplitudo maksimum 65 milimeter pada periode pukul 00.00 hingga 06.00 WIB. Saat ini Gunung Semeru masih berstatus Level III atau Siaga,” kata Agastya Rajendra, Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru PVMBG.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *