SUMENEP, RadarMadura.id – Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Sumenep menggandeng Universitas Jember (Unej) untuk mengembangkan model ketahanan pangan berbasis Food-Energy-Water Nexus.

Riset kolaboratif tersebut mengintegrasikan sektor pangan, energi, dan air sebagai strategi meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus mendongkrak pendapatan asli daerah (PAD).

Kepala Brida Sumenep Siswahyudi Bintoro mengatakan, kolaborasi dengan Unej diarahkan untuk menghasilkan kajian yang dapat diterapkan langsung di sektor pertanian.

Pendekatan tersebut dinilai penting karena ketahanan pangan tidak hanya berkaitan dengan produksi, tetapi juga membutuhkan dukungan energi dan ketersediaan air.

“Pengembangan ketahanan pangan perlu dilakukan secara terpadu. Tidak hanya berfokus pada produksi pangan, tetapi juga memperhatikan kebutuhan energi dan pengelolaan sumber daya air agar sektor pertanian lebih efisien,” katanya.

Menurutnya, melalui konsep Food-Energy-Water Nexus, ketiga sektor tersebut diintegrasikan dalam satu model pengembangan.

Pemanfaatan energi alternatif dan pengelolaan air diharapkan mampu mendukung kegiatan pertanian, mulai dari proses produksi hingga pengoptimalan hasil panen.

Selain memperkuat ketahanan pangan daerah, lanjut dia, riset tersebut juga diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan petani.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *