
Jember, Beritasatu.com – Puluhan hektare lahan tomat di lereng Gunung Raung, Desa Cumedak, Kecamatan Sumberjambe, Jember, Jawa Timur, dibiarkan membusuk meski sudah memasuki masa panen.
Hal ini terjadi akibat harga jual tomat di tingkat petani anjlok drastis. Dari sebelumnya sempat mencapai Rp 12.000 per kilogram, kini harga hanya sekitar Rp 750 per kilogram. Kondisi tersebut membuat petani memilih tidak memanen hasil tanamannya karena biaya operasional dan ongkos buruh panen tidak tertutupi.
“Kalau dipaksakan panen, justru kami rugi dua kali lipat. Rugi saat menanam dan rugi saat panen. Harga sekarang terlalu rendah, jadi lebih baik dibiarkan membusuk,” ungkap Muhammad Dhofir, salah satu petani tomat di Desa Cumedak, Sabtu (23/8/2025).
Menurut Dhofir, ongkos buruh panen jauh lebih besar dibandingkan harga jual yang diterima petani. Akibatnya, sebagian besar tomat yang sudah matang dibiarkan begitu saja hingga busuk di lahan.
Data Asosiasi Petani Pangan Indonesia (APPI) Jawa Timur mencatat, di Kecamatan Sumberjambe terdapat lebih dari 50 hektare lahan tomat yang tidak dipanen akibat harga jatuh.
Harga tomat mulai merosot sejak tiga minggu terakhir dan diprediksi masih bisa turun hingga Rp 500 per kilogram. Kondisi ini membuat petani tomat di Jember terancam merugi besar dan enggan memanen hasil tanamannya.
Dari Halmahera Utara ke Jakarta, NHM Peduli Dampingi Perjalanan Pengobatan Warga asal Kao Barat
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber