
Bojonegoro (beritajatim.com) – Kabupaten Bojonegoro mencatatkan prestasi membanggakan di sektor pertanian. Untuk pertama kalinya, Bojonegoro berhasil menempati posisi teratas sebagai daerah dengan produksi padi terbesar di Jawa Timur pada 2026.
Capaian tersebut berdasarkan angka sementara hasil Kerangka Sampel Area (KSA) amatan September 2026 yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2 November 2026.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bojonegoro, Zaenal Fanani, menyebut keberhasilan tersebut sebagai sejarah baru bagi daerah berjuluk Kota Ledre. Sebab, selama ini Bojonegoro belum pernah menduduki peringkat pertama sebagai kabupaten penghasil padi terbesar di Jawa Timur.
“Alhamdulillah, tahun 2026 ini Bojonegoro berhasil menjadi kabupaten dengan produksi padi tertinggi di Jawa Timur. Ini merupakan sejarah baru bagi Kabupaten Bojonegoro,” ungkap Zaenal. Senin (2/11/2026).
Menurutnya, capaian tersebut merupakan karunia Allah SWT sekaligus buah dari kerja keras dan kolaborasi berbagai pihak. Mulai dari arahan Bupati dan Wakil Bupati Bojonegoro, perjuangan para petani dan petugas pertanian, hingga dukungan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD).
“Keberhasilan ini tentu tidak lepas dari kerja keras seluruh petani, petugas pertanian, serta dukungan dan sinergi semua pihak. Kami menyampaikan terima kasih atas kontribusi bersama dalam meningkatkan produksi pertanian di Bojonegoro,” jelasnya.
Zaenal berharap prestasi tersebut dapat terus dipertahankan hingga penetapan angka final pada Februari 2027 mendatang. Mengingat data yang dirilis BPS saat ini masih bersifat sementara, seluruh pihak diminta tetap menjaga produktivitas dan memperkuat sinergi.
“Kami berharap capaian positif ini bisa terus dipertahankan sampai penetapan data final pada Februari 2027. Dukungan dan sinergi seluruh pihak masih sangat diperlukan agar Bojonegoro tetap menjadi daerah dengan produksi padi terbesar di Jawa Timur,” tambahnya.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber