
BANYUWANG — Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, meningkatkan kesiapsiagaan dan mitigasi bencana hidrometeorologi menyusul hujan berintensitas tinggi mulai mengguyur sejumlah wilayah, termasuk kabupaten ujung timur Pulau Jawa itu.
Kepala Pelaksana BPBD Banyuwangi Partana mengatakan berdasarkan rilis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Banyuwangi masih berada dalam periode musim kemarau.
“Meski demikian hujan dengan intensitas tinggi mulai terjadi di sejumlah wilayah sehingga perlu diwaspadai. Kami bersama tim sudah turun ke lapangan melakukan mitigasi dan asesmen di sejumlah titik,” katanya di Banyuwangi, Senin.
Ia menyebutkan ada beberapa lokasi yang menjadi atensi, di antaranya Dusun Simacan, Kecamatan Licin, Kecamatan Songgon dan Kecamatan Singojuruh.
Pada Senin dini hari, hujan lebat mengguyur sejumlah kawasan terutama di wilayah hulu, seperti Kecamatan Licin dan Songgon. Kondisi tersebut memicu peningkatan debit air sungai dan luapan air di beberapa lokasi.
Di Dusun Simacan, Kecamatan Licin, katanya, luapan air mengakibatkan struktur penyangga jalan paving di tepi tebing mengalami longsor sepanjang sekitar 25 meter.
Peningkatan debit air di Sungai Badeng, Kecamatan Songgon mengakibatkan satu bangunan kandang kambing hanyut, sedangkan di Sungai Alasmalang, Kecamatan Singojuruh, debit air sempat meningkat hingga hampir menyentuh bagian bawah jembatan sekitar.
Untuk mengantisipasi bencana, Pemkab Banyuwangi memperkuat koordinasi lintas sektor melalui pembentukan tim kesiapsiagaan.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber