Kabupaten Malang, blok-a.com – Komisi IV DPRD Kabupaten Malang mengusulkan penyediaan transportasi antar jemput bagi siswa yang berada di wilayah terpencil dan jauh dari akses transportasi. Usulan tersebut diharapkan dapat direalisasikan pada 2027 melalui dukungan anggaran pemerintah daerah.

Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Malang, Ziaul Haq, mengatakan ada sekitar 26 sekolah yang berada jauh dari wilayah akses transportasi. Ia menyebut perlu ada kebijakan yang berpihak kepada siswa di wilayah dengan keterbatasan akses transportasi.

“Harus ada kebijakan yang memihak kepada mereka, salah satunya dengan memberikan transportasi. Misalnya antar jemput ke sekolah. Ini nanti harus ada alokasi anggaran juga,” ujar Zia, Selasa (3/11/2026).

Ia menambahkan, jumlah siswa di sekolah-sekolah tersebut cukup banyak. Beberapa di antaranya memiliki sekitar 153 hingga 155 siswa, sehingga kebutuhan transportasi perlu diperhitungkan secara matang.

Zia mengungkapkan program serupa telah diujicobakan di wilayah Singosari, tepatnya Desa Toyomarto. Ia berharap skema tersebut dapat dikembangkan dan direalisasikan pada 2027.

“Di 2027 bisa kami realisasikan. Ada yang sudah diujicobakan di wilayah Singosari, di Toyomarto,” ungkapnya.

Ia menyampaikan, penyediaan transportasi antar jemput menjadi salah satu upaya untuk mengatasi persoalan keterjangkauan siswa terhadap akses pendidikan, khususnya di wilayah Kabupaten Malang yang memiliki jangkauan geografis luas.

“Di Desa Toyomarto itu siswa tidak mau sekolah karena jaraknya jauh. Akhirnya kita usulkan adanya transportasi antar jemput itu mereka mau bersekolah kembali,” tuturnya.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *