
Jakarta (ANTARA) – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memproyeksikan program revitalisasi tambak di kawasan Pantai Utara (Pantura) Jawa seluas 14.000 hektare (ha) membutuhkan sekitar 83.300 tenaga kerja untuk mendukung kegiatan dari sektor hulu hingga hilir.
Perwakilan Direktorat Jenderal Perikanan Budi Daya KKP Ridho Karya Dongoran mengatakan kebutuhan tenaga kerja tersebut mencakup sekitar 8.700 orang di sektor hulu, 62.900 orang untuk kegiatan produksi atau on-farm, serta 11.900 orang di sektor hilir.
“Ini direncanakan 14.000 hektare, nanti akan dilaksanakan sesuai dengan perkembangan kesiapan lahannya. Itu ada di empat kabupaten di Provinsi Jawa Barat untuk tahap satu ini,” kata Ridho di Jakarta, Selasa.
Menurut dia, empat kabupaten tersebut berada di Jawa Barat, yakni Bekasi, Karawang, Indramayu, dan Subang.
Ia menjelaskan revitalisasi tambak diperlukan karena sejumlah penelitian menunjukkan kawasan Pantura Jawa menghadapi keterbatasan untuk mendukung produksi udang dengan teknologi budi daya konvensional yang selama ini digunakan.
Oleh karena itu, pengembangan kawasan tersebut akan disertai perubahan teknologi budi daya untuk mengatasi berbagai faktor pembatas produktivitas.
Selain revitalisasi tambak Pantura, KKP juga mengembangkan kawasan budi daya udang terintegrasi atau Integrated Shrimp Farming di Waingapu, Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur, dengan luas rencana mencapai 2.000 hektare.
Kawasan tersebut dirancang sebagai ekosistem usaha dari hulu hingga hilir, mencakup penyediaan benih, fasilitas pembenihan, pakan, kegiatan produksi, hingga pengolahan hasil perikanan. Program itu diproyeksikan menyerap sekitar 5.424 tenaga kerja.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber