RRI.CO.ID, Sumenep – Warga di Kecamatan Bluto, Kabupaten Sumenep, Madura, diresahkan oleh fenomena tidak biasa. Kawanan tupai dilaporkan marak masuk ke dalam rumah warga dan merusak struktur bangunan dengan cara menggerogoti kayu plafon hingga mengalami kerusakan parah.
Zainal, salah seorang warga Desa Pekandangan Sangra, Kecamatan Bluto, Rabu 4 November 2026, mengungkapkan bahwa serangan hewan tersebut umumnya terjadi pada pagi hari. Tupai-tupai itu datang ketika rumah sedang kosong ditinggal pemiliknya beraktivitas, seperti mencari rumput di ladang atau mengantar anak ke sekolah.
“Iya, itu terjadi hampir tiap hari. Sangat terlihat sisa-sisa kayu yang dimakan berjatuhan di emperan rumah,” ujar Zainal.
Keluhan serupa juga dirasakan oleh Haliq, warga setempat lainnya. Menurutnya, serangan gerombolan tupai ini hampir merata dirasakan oleh seluruh warga desa dan dikhawatirkan akan memicu kerusakan bangunan yang lebih masif jika dibiarkan tanpa penanganan.
Haliq menduga, perpindahan satwa liar ini ke permukiman warga berkaitan erat dengan hilangnya habitat alami mereka. “Saya tidak paham, hampir semua rumah didatangi. Mungkin karena tempat sarang mereka sudah tidak ada,” tuturnya menduga-duga.
Berdasarkan pantauan di lapangan, fenomena ini diduga kuat dipicu oleh maraknya penebangan dan pembersihan pepohonan rimbun saat musim kemarau lalu. Pembersihan vegetasi tersebut mulanya dilakukan agar sinar matahari dapat langsung menyinari tanaman jagung menjelang musim penghujan.
Meski warga berupaya mengusir hewan pengerat itu setiap hari, mereka tetap merasa kewalahan. Pasalnya, kawanan tupai tersebut terus berdatangan kembali ke permukiman warga tanpa henti, meninggalkan keresahan tersendiri bagi masyarakat setempat.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber