
Jawa Timur memiliki kekayaan flora yang tumbuh di berbagai ekosistem, mulai dari hutan tropis, kawasan pegunungan, hingga savana. Sejumlah tumbuhan memiliki karakteristik unik, bahkan beberapa di antaranya tergolong langka sehingga perlu mendapat perhatian dalam upaya pelestarian keanekaragaman hayati.
Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional (HCPSN) diperingati setiap 5 November menjadi salah satu momentum untuk meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap keberadaan flora dan fauna Indonesia. Peringatan ini mengingatkan pentingnya menjaga habitat alami agar berbagai jenis tumbuhan dapat tumbuh dan berkembang.
Di Jawa Timur, terdapat sejumlah bunga menarik yang perlu dikenal lebih dekat. Beberapa di antaranya merupakan tumbuhan endemik, sedangkan lainnya memiliki persebaran terbatas dan membutuhkan kondisi habitat tertentu untuk bertahan hidup. Berikut tujuh bunga yang keberadaannya perlu dilestarikan.
Padmosari merupakan salah satu tumbuhan langka yang menjadi kekayaan flora Taman Nasional Meru Betiri. Tumbuhan dari famili Rafflesiaceae ini merupakan flora endemik kawasan tersebut.
Berdasarkan PP Nomor 7 Tahun 1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa, seluruh jenis Rafflesia, termasuk Rafflesia zollingeriana, termasuk tumbuhan yang dilindungi.
Bunganya memiliki diameter sekitar 15-33 sentimeter dengan jumlah kepala sari mencapai 32-40 butir. Menariknya, bunga menjadi satu-satunya bagian tumbuhan yang dapat terlihat secara langsung karena Padmosari tidak memiliki akar, batang, dan daun yang tampak seperti tumbuhan pada umumnya.
Padmosari juga termasuk tumbuhan berumah dua. Artinya, bunga jantan dan betina tumbuh pada individu yang berbeda. Agar penyerbukan dapat berlangsung, kedua jenis bunga tersebut perlu mekar secara bersamaan.
Edelweiss Jawa merupakan bunga khas pegunungan yang dapat ditemukan di kawasan Gunung Bromo. Tumbuhan ini dikenal dengan sebutan bunga abadi karena bunga yang telah mengering dapat bertahan dalam waktu lama.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber