
Tugumalang.id – SDIT Insan Permata Malang berhasil menempati urutan pertama nilai terbaik portofolio di Kota Malang dan enam besar terbaik dalam penilaian School Religious Culture (SRC) Jawa Timur 2026.
Capaian tersebut menjadi pengakuan atas upaya sekolah dalam membangun budaya religius yang tidak sekadar menjadi program formal, tetapi diterapkan melalui kebiasaan sehari hari di lingkungan pendidikan, bahkan hingga di rumah.
Sekolah yang berlokasi di Kota Malang ini terpilih dari sekitar 280 lembaga pendidikan yang mendaftar dalam ajang tersebut. Setelah melalui seleksi administrasi dan penilaian portofolio, sebanyak 32 lembaga dari berbagai jenjang pendidikan di Jawa Timur ditetapkan masuk nominasi untuk mengikuti penilaian tahap kedua.
Tim Penilai SRC melakukan kunjungan langsung untuk melakukan visitasi penilaian tahap II di SDIT Insan Permata Malang pada Rabu (4/11/2026). Turut hadir pula Kepala Kemenag Kota Malang, perangkat Lurah setempat hingga pimpinan Yayasan Insan Permata Malang. Mereka disambut penampilan pertunjukan seni budaya tradisional siswa hingga nasyid karya guru Insan Permata Malang.
Kepala SDIT Insan Permata Malang, Fitria Hidayati, S.Pd., mengatakan bahwa masuknya SDIT Insan Permata dalam nominasi enam besar menjadi kesempatan untuk mengevaluasi sekaligus memperkuat praktik pendidikan karakter keislaman yang selama ini dijalankan.
Menurutnya, SRC tidak boleh berhenti sebagai slogan maupun sekadar rangkaian kegiatan pendidikan keagamaan. Lebih dari itu, budaya religius harus tumbuh menjadi bagian dari kehidupan peserta didik, tenaga pendidik, hingga lingkungan keluarga.
“School Religious Culture ini bukan hanya program atau slogan saja, tetapi harapan kami jauh dari itu yaitu menanamkan nilai nilai keislaman di kehidupan siswa di keseharian dan semoga juga di seluruh warga sekolah SDIT Insan Permata dan lingkungan sekitar,” ujarnya.
Hida menjelaskan, salah satu fondasi pembentukan karakter di SDIT Insan Permata Malang adalah keteladanan. Sekolah menyadari bahwa anak anak tidak cukup hanya diminta melakukan kebiasaan baik, tetapi juga harus melihat contoh nyata dari orang dewasa di sekitarnya.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber