Kota Malang, blok-a.com – Sejumlah warga Blimbing, Kota Malang mengeluhkan kenaikan desil kesejahteraan yang berdampak pada terhentinya bantuan pendidikan, termasuk Program Indonesia Pintar (PIP). Anggota DPRD Kota Malang Fraksi Gerindra, Danny Agung Prasetyo, berupaya membantu warga agar tetap mendapatkan akses bantuan tersebut.

Keluhan itu disampaikan warga dalam reses Danny yang digelar di Jalan Lahor, Kelurahan Bunulrejo Kecamatan Blimbing pada Rabu (4/11/2026).

Danny mengatakan, sejumlah warga sebelumnya menerima bantuan pendidikan, tetapi pada tahun berikutnya bantuan terhenti setelah desil kesejahteraan mereka meningkat.

Untuk menindaklanjuti persoalan tersebut, Danny menghadirkan perwakilan Dinas Sosial dan Lurah Blimbing, agar warga mendapat penjelasan mengenai kriteria serta mekanisme penetapan desil.

“Banyak masyarakat yang mengeluhkan masalah desil. Mereka mendapatkan bantuan untuk beasiswa sekolah, termasuk beasiswa mahasiswa. Begitu mendapatkan PIP, di tahun berikutnya karena desilnya naik, PIP-nya dihentikan,” ujar Danny.

Sejauh ini, Danny mengaku masih mempertanyakan parameter yang digunakan dalam penetapan desil. Ia menilai terdapat kondisi warga yang dinilai tidak sejalan dengan tingkat kesejahteraan mereka sehari-hari.

Danny mencontohkan dirinya yang tercatat dalam desil 5, sementara seorang warga yang bekerja sebagai penjual sayur dan masih bergantung pada rumah orang tuanya justru tercatat dalam desil 7.

“Ada konstituen saya yang hanya penjual sayur. Rumahnya di perumahan, tetapi cuma ikut orang tua. Untuk ekonomi sehari-hari masih kurang mampu dan mendapatkan penghasilan dari penjualan sayur, tetapi dia desil 7. Nah, ini kita masih bingung. Parameternya dari mana?,” tambahnya.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *