
Blitar (beritajatim.com) – Memperingati Hari Bhakti Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) ke-2 Tahun 2026, Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Blitar mempertegas komitmen pengabdian sosialnya. Lewat program Imipas Peduli 2026, institusi ini menyalurkan 100 paket sembako bagi masyarakat di Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar.
Aksi kemanusiaan ini menjadi bukti nyata bahwa keberadaan jajaran Kemenimipas di daerah tidak semata-mata berfokus pada fungsi administratif dan penegakan hukum keimigrasian, melainkan juga menyentuh aspek sosial kemasyarakatan.
Kepala Kantor Imigrasi Blitar, Aditya Nursanto, menegaskan bahwa momentum Hari Bhakti harus dimaknai sebagai ruang untuk memperluas jangkauan pengabdian. Kehadiran negara melalui imigrasi harus dirasakan langsung dampaknya oleh warga, terutama yang membutuhkan penyokong ekonomi harian.
“Melalui Imipas Peduli 2026, kami ingin menjadikan momentum Hari Bhakti Kemenimipas sebagai kesempatan untuk berbagi dan memperkuat kepedulian terhadap sesama. Pengabdian tidak hanya diwujudkan melalui pelayanan keimigrasian, tetapi juga melalui aksi nyata yang manfaatnya dapat dirasakan masyarakat. Kami berharap bantuan ini dapat membantu meringankan kebutuhan warga,” ujar Aditya pada Jumat (6/11/2026).
Prosesi penyerahan bantuan secara simbolis berlangsung khidmat dengan menghadiri jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Ponggok. Hadir dalam acara tersebut Camat Ponggok, Danramil Ponggok, Kapolsek Ponggok, serta jajaran pejabat struktural Kantor Imigrasi Blitar.
Aditya menambahkan bahwa kolaborasi ini menjadi sarana strategis untuk mempererat ikatan kelembagaan sekaligus membangun sinergisitas yang solid antara imigrasi, aparat keamanan, pemerintah daerah, dan warga. Menumbuhkan kembali tradisi gotong royong dan solidaritas sosial antar-lembaga negara dengan pemangku kepentingan. Memastikan kehadiran instansi vertikal pemerintah mampu memberi dampak positif serta nilai tambah bagi kesejahteraan masyarakat sekitar.
Melalui peringatan tahun ke-2 Kemenimipas ini, Kantor Imigrasi Blitar mempertegas pijakannya untuk berjalan seimbang di dua lini utama yakni optimasi pelayanan publik dan penegakan hukum keimigrasian, serta peningkatan peran tanggung jawab sosial (corporate social responsibility).
Langkah konkret di Ponggok ini menjadi tolok ukur bahwa reformasi birokrasi yang diusung Imigrasi Blitar tak sekadar berorientasi pada peningkatan layanan paspor dan pengawasan orang asing, namun juga berakar pada rasa empati serta kepedulian terhadap lingkungan sosial tempat mereka bertugas. (owi/aje)
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber