Blitar (beritajatim.com) – Usai memastikan berkandang di Stadion Soepriadi Kota Blitar, klub sepak bola Putra Sang Fajar FC langsung memasang target tinggi yakni lolos ke liga 2. Sebagai tim debutan di Liga 3 Nasional, Putra Sang Fajar (PSF) FC siap bertarung dengan tim profesional lain demi memperebutkan tiket ke Liga 2.

Persiapan matang pun kini telah dilakukan oleh PSF FC. Selain merekrut pemain-pemain muda potensial, PSF FC juga menggandeng pelatih syarat pengalaman yang telah malang melintang di Liga 1 dan Liga 2 yakni Agus Sugeng Riyanto.

Bagi Agus Sugeng Riyanto, menerima tantangan menahkodai klub di Liga 3 merupakan pengalaman pertama yang unik sepanjang karier kepelatihannya. Sebelumnya, rekam jejak pelatih sarat pengalaman ini lebih banyak berkecimpung di level tertinggi Liga 1, menjabat sebagai technical director, hingga mengabdi di tim nasional Indonesia.

Meski turun level, Agus melihat peluang emas untuk mentransformasikan klub daerah menjadi entitas profesional yang siap bersaing di kasta yang lebih tinggi. “Mungkin lompatan yang ingin kami sampaikan adalah kami ingin bermain di Liga 2. Jadi, harapan ini menjadi harapan besar kami manajemen, mimpi teman-teman pemain, dan juga mungkin harapan masyarakat,” ungkap Agus Sugeng Riyanto pada Jumat (6/11/2026).

Ia menambahkan, keberhasilan melangkah ke Liga 2 bukan sekadar soal prestasi di atas lapangan hijau. Lebih dari itu, pencapaian tersebut akan membuka gerbang pengembangan sepak bola usia muda secara lebih terstruktur, termasuk kewajiban mengelola Elite Pro Academy (EPA) yang menjadi standar klub profesional.

Menyadari ketatnya persaingan, Agus tidak muluk-muluk langsung menjanjikan kemenangan instan tanpa proses. Ia sadar membangun tim yang sukses membutuhkan struktur teori yang matang, namun ada satu hal fundamental yang menjadi titik sentral pembentukan tim: komitmen dan filosofi.

Dalam membangun karakter skuad Putra Sang Fajar FC, Agus menanamkan prinsip ketat di mana sikap adalah yang utama. “Attitude is number one. Attitude menjadi pilihan pertama. Attitude di sepak bola juga hal-hal yang positif, misal dalam komitmen berlatih, komitmen menjalani hidup,” tegasnya.

Prinsip tersebut diterjemahkan ke dalam sebuah slogan tegas bagi para pemain: “Training to Win”. Tim tidak dibentuk sekadar untuk berpartisipasi atau berlatih demi menggugurkan kewajiban, melainkan dipersiapkan secara mental dan fisik untuk selalu memenangkan setiap pertandingan.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *