Bojonegoro (beritajatim.com) – Sebanyak 14.643 dari total 16.057 aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro telah masuk dalam pemetaan sistem Manajemen Talenta. Capaian sekitar 91 persen tersebut menjadi modal pemerintah daerah dalam menyiapkan pengisian jabatan berdasarkan kompetensi, potensi, dan kinerja pegawai.

Penerapan sistem tersebut mendapat dukungan Badan Kepegawaian Negara (BKN) Pusat. Kabupaten Bojonegoro bahkan didorong menjadi daerah percontohan atau pilot project nasional dalam penerapan Manajemen Talenta untuk mewujudkan birokrasi yang profesional, bersih, dan berorientasi pada hasil.

Dukungan itu disampaikan Kepala BKN Zudan Arif Fakrulloh saat memberikan arahan dalam kegiatan penerapan Manajemen Talenta di Kantor BKN, Kamis (5/11/2026).

Menurut Zudan, Bojonegoro memiliki potensi fiskal dan sumber daya yang memadai untuk menjadi daerah percontohan. Dengan APBD berkisar Rp6 triliun hingga Rp7 triliun serta jumlah penduduk sekitar 1,3 juta jiwa, Bojonegoro dinilai mempunyai modal besar untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Melalui Manajemen Talenta, pengisian jabatan struktural ke depan dapat dilakukan berdasarkan pemetaan kompetensi, potensi, dan kinerja pegawai. Dengan mekanisme tersebut, proses pengisian jabatan tidak lagi harus melalui seleksi terbuka atau open bidding.

“Kapasitas daerah yang besar harus diimbangi oleh kapasitas ASN yang besar pula. Dengan kekuatan 16 ribu ASN yang dimiliki saat ini, Bojonegoro harus mampu membangun citra daerah (branding) yang kuat, tidak hanya di tingkat lokal dan nasional, tetapi juga mendunia,” tegasnya.

Sementara itu, Bupati Bojonegoro Setyo Wahono menyatakan komitmennya mengubah pola kerja birokrasi dengan menempatkan kompetensi, integritas, dan rekam jejak kinerja sebagai dasar pengelolaan ASN.

Berbekal pengalaman selama empat tahun sebagai profesional di bidang pengelolaan sumber daya manusia (SDM) sektor swasta, Wahono menegaskan kebijakan mutasi maupun rotasi pegawai harus didasarkan pada penilaian objektif.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *