Kesibukan menghadapi Tes Kemampuan Akademik (TKA), mereka tetap membuktikan, semangat berprestasi tak harus memilih antara ruang kelas dan lapangan pertandingan.

BAGI para pemain Tim Woodball Bojonegoro, ketelitian itu mutlak. Mereka harus memperhitungkan arah, tenaga, dan jarak sebelum mengayunkan mallet untuk mengantarkan bola menuju gawang. Sekali pukulan meleset, peluang bisa berubah menjadi penyesalan.

Namun, dari lapangan itulah prestasi tumbuh. Dalam Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Woodball Jawa Timur 2026 di Kabupaten Kediri, tim ini berhasil membawa pulang enam medali. Masing-masing dua emas, dua perak, dan dua perunggu.

Ada empat pelajar yang turut menjadi bagian dari tim, yakni Moh Rizki Bahri Aldian Setyono, Moh Rizki Bachtiar Aldan Setyono, dan M. Faiszal Dhiyauzain dari SMAN 1 Sugihwaras, serta Fatkur Rohman dari MAN 2 Bojonegoro. Keempat siswa tersebut kini duduk di kelas XII.

Salah satu atlet, Moh Rizki Bahri Aldian Setyono mengatakan, perkenalannya dengan woodball bermula pada 2024. Aldian sapaannya, mengenal olahraga tersebut melalui tetangganya yang juga seorang pelatih. Ajakan untuk mencoba akhirnya menjadi pintu masuk menuju dunia kompetisi.

“Olahraga ini sangat menarik dan seru. Selain itu, melatih konsentrasi, mental, dan akurasi. Peluang untuk berprestasi juga cukup besar,” ungkapnya.

Tentu, perjalanan menuju podium tak selalu semulus bola yang tepat masuk gawang. Ada gugup pada pertandingan pertama, tekanan ketika menentukan pukulan, hingga momen ketika bola gagal masuk meski tinggal beberapa meter dari sasaran. Terik matahari pun menjadi teman latihan yang tak selalu bersahabat.

Di balik tantangan itu, ada kepuasan yang membuat mereka terus kembali ke lapangan. Bertemu kawan dari berbagai daerah, belajar bersabar, dan merasakan keberhasilan sebuah pukulan menjadi pengalaman tersendiri.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *