
Blusukan ke cabang olahraga hingga perusahaan, Rafi bangun kekuatan dari hulu. Atlet, pelatih, beasiswa, dan kesejahteraan menjadi taruhan besar di balik ambisi merebut supremasi olahraga Jawa Timur.
SIDOARJO | KEMPALAN — Ambisi Kabupaten Sidoarjo merebut takhta juara umum Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur X 2027 mulai memasuki babak serius. Bukan sekadar memasang target medali, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sidoarjo di bawah kepemimpinan H. Muhammad Rafi Wibisono mulai merancang kekuatan dari fondasi pembinaan, konsolidasi cabang olahraga, hingga perluasan dukungan pendanaan.
Salah satu langkah strategisnya adalah mengajukan dana hibah sebesar Rp46,324 miliar untuk tahun anggaran 2027 kepada Pemerintah Kabupaten Sidoarjo. Anggaran tersebut diproyeksikan menopang kebutuhan kontingen, pembinaan atlet, peningkatan kesejahteraan pelatih dan ofisial, bonus prestasi, hingga kesiapan teknis menghadapi Porprov X 2027.
Namun, yang menarik bukan semata-mata besarnya angka pengajuan tersebut. Ada pendekatan baru yang sedang dibangun Rafi: mendatangi langsung cabang olahraga untuk menyerap persoalan pembinaan sekaligus menyambangi perusahaan guna mengajak dunia usaha mengambil bagian dalam pembangunan olahraga Sidoarjo.
Dua langkah itu memperlihatkan upaya memperluas fondasi prestasi. Pembinaan tidak cukup hanya berlangsung di ruang rapat KONI, sementara pembiayaannya tidak selayaknya terus bergantung pada satu sumber. Cabang olahraga harus didengar, kebutuhan atlet harus dipetakan, dan dunia usaha perlu dilibatkan dalam ekosistem yang memberikan manfaat nyata.
Bagi Rafi, target juara umum harus diperjuangkan melalui kerja yang dimulai jauh sebelum pertandingan dibuka. Sebab, medali emas tidak lahir secara tiba-tiba di podium. Ia merupakan hasil dari pembinaan panjang, kualitas pelatih, kedisiplinan atlet, dukungan ilmu keolahragaan, serta kepastian kesejahteraan bagi seluruh elemen yang bekerja di balik layar.
Pengajuan hibah Rp46,324 miliar menjadi salah satu instrumen utama KONI Sidoarjo untuk memperkuat persiapan menuju Porprov X 2027. Rencana penggunaannya mencakup sejumlah kebutuhan strategis, antara lain bonus atlet, penyelenggaraan Porprov, pembinaan 59 cabang olahraga, Pemusatan Latihan Kabupaten (Puslatkab), badan pelaksana, operasional sekretariat, PSSI dan futsal, serta sarana dan prasarana olahraga.
Cakupan tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan kontingen tidak berhenti pada keberangkatan atlet dan biaya pertandingan. Ada mata rantai pembinaan yang harus dijaga sejak tahap seleksi, pemusatan latihan, peningkatan kapasitas pelatih, pemenuhan peralatan, hingga kebutuhan teknis dan pemulihan atlet.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber