
Gresik (beritajatim.com) – Jumlah inovasi di Kabupaten Gresik terus bertambah. Namun, banyaknya gagasan dan karya yang dipamerkan belum otomatis menjawab persoalan masyarakat. Tantangan berikutnya adalah memastikan inovasi tersebut benar-benar diterapkan dan memberikan manfaat dalam kehidupan sehari-hari.
Catatan tersebut menjadi salah satu hal menarik dalam penyelenggaraan Gresik Inovasi Festival (Ginofest) 2026 di Atrium Icon Mall, 6–7 November 2026. Sebanyak 205 inovasi ditampilkan dalam festival yang mengusung tema Budaya Menginspirasi, Ciptakan Inovasi, Gresik Siap Bertransformasi.
Angka tersebut menunjukkan perkembangan cukup signifikan. Pada 2024, inovasi yang tercatat sebanyak 88 karya. Jumlahnya meningkat menjadi 116 pada 2025, sebelum melonjak menjadi 205 inovasi pada tahun ini.
Dari total tersebut, sebanyak 73 inovasi berbasis website, 57 bergerak di bidang agribisnis, 27 mengangkat aspek sosial budaya, sedangkan 48 lainnya berasal dari perangkat daerah.
Meski pertumbuhannya cukup menggembirakan, ukuran keberhasilan inovasi tidak semestinya berhenti pada jumlah karya maupun kemeriahan pameran. Masyarakat membutuhkan terobosan yang bisa dirasakan langsung, mulai dari kemudahan pelayanan publik, penguatan ekonomi, hingga penyelesaian persoalan lingkungan dan sosial.
M. Kholiq (46), warga Kecamatan Kebomas, Gresik, yang mengunjungi festival tersebut, menilai inovasi harus memiliki keberlanjutan setelah kegiatan berakhir.
“Bagus kalau semakin banyak anak muda, sekolah, dan masyarakat yang menghasilkan inovasi. Tetapi jangan hanya dipamerkan dua hari. Kalau memang bermanfaat, seharusnya bisa diterapkan dan dirasakan masyarakat. Jangan sampai setelah festival selesai, karyanya ikut berhenti,” ujarnya, Sabtu (7/11/2026).
Menurutnya, inovasi yang dekat dengan kebutuhan masyarakat justru lebih penting dibandingkan sekadar teknologi yang terlihat canggih.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber