Jember, Beritasatu.com – Kenaikan harga berbagai jenis tepung, terutama tepung tapioka, membuat sejumlah produsen kerupuk di Kabupaten Jember, Jawa Timur, kesulitan bertahan. Bahkan, harga tepung tapioka kini mencapai tiga kali lipat dibandingkan sebelumnya sehingga banyak pemilik usaha terpaksa menghentikan usaha atau gulung tikar.

Salah satu pembuat kerupuk yang masih bertahan adalah Muhammad Ma’ruf, pemilik usaha di Krajan, Kelurahan Mangli, Kecamatan Kaliwates, Jember. Meski terus menghadapi lonjakan harga bahan baku, Ma’ruf berusaha mempertahankan usahanya seiring peningkatan biaya produksi.

Dampak kenaikan harga bahan baku terlihat dari berkurangnya jumlah produksi kerupuk. Sejumlah tampah di tempat penjemuran milik Ma’ruf kini tampak kosong karena produksi dalam beberapa bulan terakhir menurun drastis.

Ma’ruf mengatakan, kenaikan harga tepung tapioka sudah terjadi selama 3 bulan terakhir. Kondisi tersebut membuat para produsen kerupuk di wilayahnya kewalahan karena tepung tapioka merupakan bahan baku utama produksi.

Sebelumnya, Ma’ruf biasa membeli harga tepung tapioka dengan harga sekitar Rp 600.000 per kuintal. Namun, kini harga tepung melonjak drastis hingga mencapai Rp 1,6 juta per kuintal.

“Naiknya harga tepung tapioka setiap hari, meski sedikit-sedikit kalau setiap hari terasa lama-lama. Saya yang mau belanja lagi liat harganya sudah tidak sama dengan sebelumnya. Pusing saya, karena biaya operasional melonjak, sedangkan harga kerupuk tidak kami naikkan karena kami khawatir konsumen kabur” ucap Ma’ruf, Jumat (6/11/2026).

Kenaikan harga bahan baku tersebut memaksa Ma’ruf mengurangi kapasitas produksinya. Jika sebelumnya ia mampu memproduksi kerupuk sebanyak 1-2 kuintal dalam sekali produksi, kini jumlahnya hanya sekitar 50 kilogram.

“Saya masih terbilang beruntung bisa produksi, sedangkan teman-teman di daerah kampung sebelah banyak yang sudah gulung tikar” katanya.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *