MALANG | JATIMSATUNEWS.COM : Di tengah sorotan sebagian pihak terhadap penyelenggaraan Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) PW IPNU Jawa Timur, sejumlah Pimpinan Cabang (PC) menilai proses yang berjalan justru memperlihatkan arah sebaliknya. PW IPNU Jawa Timur tidak mempersingkat musyawarah, melainkan memperpanjangnya agar suara cabang terserap lebih utuh.

Rapimwil yang digelar pada 31 Oktober tidak ditutup dengan keputusan sepihak. PW IPNU Jawa Timur melanjutkannya dengan menggelar Rapimwil 2 di Kabupaten Bangkalan, sebagai ruang tambahan bagi seluruh PC se-Jawa Timur untuk menyampaikan pandangan dan usulan secara setara.
Penilaian tersebut disampaikan PC IPNU Kabupaten Malang, yang menjadi peserta penuh dalam kedua forum. Sebagai pihak yang mengikuti proses dari awal hingga akhir, PC Malang merasa memiliki dasar untuk menyampaikan kesaksian atas apa yang terjadi di ruang sidang.

Forum yang Hidup, Bukan yang Terkunci. Delegasi PC IPNU Kabupaten Malang, Rekan Stevan, menjelaskan bahwa dinamika Rapimwil 31 Oktober berlangsung terbuka. Perbedaan pendapat muncul, berbagai usulan disampaikan oleh banyak PC, dan pimpinan sidang mencatat seluruh masukan tanpa pembatasan.

“Forum 31 Oktober itu forum yang hidup. Bukan forum yang sudah dikunci. Ada perdebatan, ada perbedaan pandangan, dan semua PC diberi kesempatan yang sama untuk berbicara,” ujar Stevan.

Menurutnya, perdebatan yang muncul di forum justru menjadi tanda bahwa musyawarah berjalan sebagaimana mestinya. Dalam tradisi organisasi, perbedaan pandangan yang disampaikan secara terbuka dan dicatat secara resmi adalah bagian dari proses pengambilan keputusan yang sehat, bukan sesuatu yang perlu dihindari.

Rapimwil 2 sebagai Indikator Keterbukaan. Stevan menegaskan bahwa keputusan PW IPNU Jatim menggelar Rapimwil 2 di Bangkalan merupakan indikator utama keterbukaan proses tersebut. Menurutnya, forum yang sudah diatur sejak awal tidak akan membutuhkan forum lanjutan untuk kembali mendengarkan aspirasi cabang.

“Jika keputusan telah ditetapkan sebelumnya, tidak ada alasan bagi PW untuk kembali menggelar forum di Bangkalan dan kembali mendengarkan satu per satu usulan PC. Yang terjadi justru sebaliknya, PW memperluas ruang musyawarah,” tegas Stevan.

Ia menambahkan bahwa langkah tersebut juga memberi kesempatan bagi PC yang belum sempat menyampaikan pandangan secara maksimal pada forum pertama. Dengan demikian, tidak ada cabang yang merasa tertinggal atau tidak terdengar dalam proses pengambilan keputusan wilayah.
Usulan Cabang Ditanggapi di Hadapan Peserta

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *