SOLOBALAPAN.COM-Di balik keindahan tradisi masyarakat Banyuwangi, terdapat sebuah rangkaian bunga kecil yang memiliki kedudukan istimewa dalam kehidupan budaya masyarakat Osing. Namanya Kembang Dermo.

Meski bentuknya sederhana dan hanya terdiri dari beberapa kuntum bunga yang ditancapkan pada sebilah bambu, keberadaannya menyimpan makna spiritual, harapan, serta kepercayaan yang diwariskan secara turun-temurun. Kembang Dermo bukan sekadar hiasan atau bunga untuk mempercantik penampilan.

Bunga ini menjadi bagian penting dalam ritual adat Seblang Olehsari, sebuah tradisi sakral masyarakat Banyuwangi yang berkaitan dengan ungkapan rasa syukur, keselamatan, dan harapan agar desa terhindar dari berbagai malapetaka.

Menariknya, bunga tersebut juga menjadi bagian dari prosesi unik bernama Adol Kembang atau menjual bunga. Masyarakat dan pengunjung biasanya berusaha mendapatkan Kembang Dermo karena dipercaya membawa keberuntungan, keselamatan, kelancaran rezeki, hingga memudahkan datangnya jodoh.

Kembang Dermo merupakan rangkaian bunga tradisional yang digunakan dalam ritual Seblang. Bentuknya berupa beberapa kuntum bunga yang dirangkai dan ditancapkan pada sebilah bambu kecil sehingga mudah dibawa.

Dalam salah satu bentuk rangkaian yang diperkenalkan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi, Kembang Dermo terdiri atas dua kuntum bunga kenanga berwarna kuning dan hijau serta bunga kantil atau cempaka putih di bagian tengah.

Rangkaian tersebut memiliki kedudukan khusus dalam kepercayaan masyarakat setempat. Bunga ini dipandang sebagai simbol kesucian, harapan, dan keberkahan. Oleh karena itu, keberadaannya tidak dapat dipisahkan dari rangkaian ritual Seblang Olehsari.

Kembang Dermo memiliki hubungan erat dengan ritual Seblang Olehsari yang berlangsung di Desa Olehsari, Kecamatan Glagah, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *