:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/madura/foto/bank/originals/UTM-Bangkalan-menggelar-Seminar-Nasional-bertemakan-Pengajuan-Gelar-Kepahlawanan-Trunojoyo.jpg)
TRIBUNMADURA.COM, BANGKALAN – Setelah menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertemakan, ‘Penguatan Kajian dan Pengusulan Raden Trunojoyo sebagai Pahlawan Nasional’ pada Agustus 2026 silam, kini Seminar Nasional digelar Universitas Trunojoyo Madura (UTM) Bangkalan, Jawa Timur, dalam upaya mengumpulkan dukungan akademik, melengkapi persyaratan administratif, menguji validitas kontribusi, dan sejarah perjuangan tokoh Raden Trunojoyo di Aula Syaikhona Muhammad Kholil Lantai 10 Gedung Rektorat UTM, Sabtu (7/11/2026).
Dalam seminar bertemakan, ‘Pengajuan Gelar Kepahlawanan Trunojoyo’ itu, UTM menghadirkan keynote speaker, Direktur Pemberdayaan Potensi dan Sumber Daya Sosial, Kementerian Sosial (Kemensos) RI, Dr Salahuddin Yahya.
“Sepanjang pelaksanaan seminar, kami menemukan bukti-bukti dan auntentikasi sejarah (Raden Trunojoyo) sangat mendukung untuk diajukan,” ungkap Salahuddin.
Hadir pula empat narasumber lain, yakni Sejarawan, HM Nasruddin Anshoriy, Dosen Sejarah Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Prof Dr Purnawan Basundoro, Sejarawan, Dr Abimardha Kurniawan, serta Dosen Hukum Pidana fakultas Hukum UTM, Dr Aris Hardinanto.
“Tapi sekali lagi itu menjadi hak prerogatif pak presiden, kita hanya melengkapi kebutuhan-kebutuhan administrasi dan dokumen setiap fase,” jelasnya.
Setiap yang telah dilalui, lanjut Salahuddin, akan disampaikan ke Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Daerah (TP2GD) dan Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Pusat (TP2GP) melalui rekomendasi secara berjenjang. Mulai dari bupati, gubernur, hingga ke Menteri Sosial yang kemudian diteruskan ke Dewan Gelar.
“Lalu Dewan Gelar menyerahkan ke pak presiden. Kemudian pak presiden yang menentukan, siapa yang akan masuk pahlawan nasional,” terang Salahuddin.
Kepada generasi muda, ia berpesan pentingnya meneladani para tokoh bangsa dan melek sejarah karena penghargaan kepada sejarah itu adalah salah satu bukti loyalitas, kebanggaan terhadap nasionalisme agar terus bisa tumbuh.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber