
JAKARTA (Kabarjawatimur) – Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama, mengapresiasi langkah Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan dalam memperkuat ketahanan pangan nasional
SURABAYA – Di tengah upaya pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memperluas pasar melalui platform digital, pemerintah justru diingatkan agar tidak menambah beban
GRESIK, (Kabarjawatimur.com) – Menjelang Konfercab ke-21 NU Kabupaten Gresik, nama KH Muhammad Alauddin mulai diperbincangkan. Pengasuh Pondok Pesantren Qomaruddin Bungah yang akrab disapa Gus Alaudin itu disebut-sebut masuk dalam bursa kandidat Ketua PCNU Gresik.
Gus Alaudin bukan sosok baru dalam struktur organisasi NU. Ulama muda bergelar doktor tersebut memiliki rekam jejak pengabdian di sejumlah tingkatan organisasi, mulai dari Pengurus Cabang Istimewa (PCI) NU di Suriah hingga kepengurusan NU di tingkat Kabupaten Gresik dan kecamatan.
Pengalaman organisasi itu menjadi salah satu modal yang melekat pada sosok Gus Alaudin. Dukungan terhadap dirinya juga disebut mulai mengalir dari sejumlah kalangan, terutama para gus atau putra pengasuh pesantren di lingkungan NU Gresik.
Perjalanan organisasi Gus Alaudin dimulai pada 2006–2008. Saat masih menempuh pendidikan di Damascus University, Suriah, ia dipercaya menjabat Sekretaris PCI NU Suriah.
Sepulang dari Timur Tengah, kiprah organisasinya berlanjut di lingkungan NU Gresik. Pada 2016–2021, ia mengemban amanah sebagai Ketua Pengurus Cabang Rabithah Ma’ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMI NU) Gresik.
Selama memimpin RMI NU Gresik, Gus Alaudin menginisiasi sejumlah kegiatan pengembangan pesantren. Salah satunya program safari pondok pesantren untuk mengkaji Qanun Asasi Nahdlatul Ulama yang dirumuskan pendiri NU, Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber